Hukum

Ini Penjelasan APPTHI Terkait Putusan PN Terhadap Barnabas Suebu

BTN iklan

JAKARTA, (LEI) – Belum lama ini, Assosiasi Pimpinan Perguruan Tinggi Hukum Indonesia (APPTHI) diminta oleh para ketua dewan adat Sentani dan anggota Gereja Sinode (GKI) Jayapura untuk membantu proses pengajuan grasi kasus Barnabas Suebu kepada Presiden RI Joko Widodo.

Para anggota dewan adat Sentani wilayah Mata dan para pengurus Gereja Sinode GKI di Papua, kata Ketua APTHI, Dr. Laksanto Utomo, saat dihubungi di Papua, Sabtu, meminta APPTHI agar dapat menjembatani pengajuan grasi atau Peninjauan Kembali (PK) kasus Barnabas Suebu yang saat ini masih mendekam di Penjara Sukamiskin, Bandung.

APPTHI datang ke Papua pada Sabtu (27/1/2018) menyerahkan hasil eksaminasi putusan hakim Pengadilan Tinggi (PT) DKI, kepada keluarga Barnabas yang disaksikan ribuan masyarakat dan tokoh adat dan gereja wilayah Sentani.

“Para dewan adat dan kaum gereja tersebut menilai, putusan Nomor 67/PId.Sus/TPK/2015/PN.JKT.PSt Jo. Putusan Pengadilan Tinggi No 01/Pid/TPK/2016/PT.DKI, tidak adil karena sama sekali kurang mempertimbangan prestasi dan usia Barnabas yang sudah mencapai usia uzur, atau 71 tahun” kata Laksanto.

Ia juga menambakan, putusan Pengadilan Tinggi menguatkan putusan yang salah bahkan meningkatkan jumlah tahanannya dari 6,4 tahun menjadi 8 tahun.

Bupati Jayapura, Matius Awaithauw, Ketua Dewan Adat Suku Sentani, Demas Tokoro, dan Kepala Bidang Hukum Sinode GKI Tanah Papu, Yos Tablaseray, serta sejumlah tokoh masyarakat Sentani, selain meminta APPTHI membantu mengajukan grasi, mereka juga akan mengirim surat kepada Presiden Joko Widodo.

“Pak Jokowi itu waktu kampanye calon Presiden 2014, datang ke gereja Sinode dan semua anggota GKI mendoakan kemenangannya. Itu sebabnya mereka akan kirim surat agar Pak Jokowi dapat membantu Barnabas Suebu yang dijadikan tokoh masyarakat Sentani,” kata Laksanto.

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Articles

Close