BTN iklan
Olahraga

Ini Prosedur Penghentian Laga Jika Ada Unsur SARA, Politik & Hinaan Di Sepakbola Indonesia

(LEI) – PSSI akhirnya merilis secara resmi prosedur penghentian laga bila ada unsur SARA, politik, dan hinaan dalam sebuah pertandingan di Indonesia.

PSSI melalui komite eksekutif (Exco) mereka akhirnya memutuskan secara resmi prosedur penghentian laga, jika terdapat unsur SARA (suku, ras, agama dan antargolongan), politik, dan hinaan di dalam sebuah pertandingan sepakbola Indonesia. Hal itu disosialisasikan ke seluruh klub melalui surat bernomor 4573/UDN/2114/X-2018 tertanggal 8 Oktober 2018.

Dilansir situs resmi Persib Bandung, dalam surat itu tertulis definisi yang bisa masuk kategori SARA, politik, dan hinaan. Bukan hanya dalam bentuk nyanyian, ketentuan ini juga berlaku untuk ujaran mengandung SARA, politik dan hinaan melalui koreografi di tribun stadion.

Seperti diketahui, saat ini seluruh stakeholder sepakbola Indonesia sedang mengampanyekan untuk menghilangkan kekerasan dalam sepakbola. Terutama, di kalangan suporter Indonesia agar menghilangkan perseteruan yang bisa menyebabkan adanya korban luka hingga korban jiwa.

Diharapkan, dengan adanya peraturan ini bisa semakin mendorong semua pihak untuk menghilangkan kekerasan ataupun kebencian dalam sepakbola Indonesia.

A. Definisi adanya unsur SARA, politik, dan penghinaan dalam sebuah pertandingan:

1. Pertandingan adalah setiap pertandingan resmi yang dipimpin oleh wasit PSSI dan diawasi, dilaporkan serta dilegitimasi oleh pengawas pertandingan PSSI

2. Permainan adalah permainan sepakbola yang dipimpin oleh wasit PSSI dan dijalankan sesuai dengan Peraturan Permainan (Law of The Game)

3. Nyanyian yang mengandung unsur SARA, Politik dan Penghinaan adalah lagu, suara, teriakan yang mengandung unsur SARA, pesan politik dan penghinaan; termasuk namun tidak terbatas pada kata-kata yang menghina/mengancam suatu suku, agama, ras dan golongan.

4. Pemain adalah pemain sepakbola yang terdaftar di PSSI baik secara langsung maupun tidak langsung

5. Koreografi yang mengandung unsur SARA, Politik dan Penghinaan adalah gerakan, tarian, gambar, poster, spanduk, bendera dan sejenisnya yang mengandung unsur SARA, pesan politik dan penghinaan; termasuk namun tidak terbatas pada ungkapan kata-kata yang menghina/mengancam suatu suku, agama, ras dan golongan

6. Nyanyian dan Koreografi sebagaimana didefinisikan pada poin 3 dan 5 tidak terbatas pada kelompok/tim yang sedang bermain di pertandingan tersebut.

B. Prosedur penghentian sementara bagi pertandingan yang dianggap mengandung unsur SARA, politik dan hinaan:

1. Pengawas pertandingan adalah satu-satunya pihak yang berwenang untuk memberikan notifikasi atas nyanyian & koreografi yang termasuk dalam definisi diatas kepada Wasit Cadangan (Fourth Official)

2. Wasit cadangan (Fourth Official) kemudian meneruskan informasi tersebut kepada Wasit (Referee)

3. Wasit dapat kemudian menghentikan sementara permainan

4. Penghentian permainan dilakukan hingga nyanyian dan/atau koreografi dinyatakan tidak lagi mengandung SARA, Pesan Politik, Penghinaan dan berdasarkan petunjuk/aba-aba dari pengawas pertandingan

5. Permainan dimulai kembali berdasarkan ketentuan berikut:

a. Apabila pada saat dihentikan, bola ada diluar permainan, maka permainan dijalankan kembali berdasarkan posisi ketika bola tersebut diluar permainan (throw in, corner kick, penalty kick, free kick)

b. Apabila pada saat dihentikan, bola ada di dalam permainan, maka permainan akan dimulai dengan dropped ball

6. Pemain disarankan untuk menunjukkan sikap fairplay dengan membuang bola keluar lapangan

7. Setelah tiga kali penghentian permainan dilakukan dan kejadian terulang, maka wasit dapat menghentikan permainan sepenuhnya dan menyatakan pertandingan selesai. Status pertandingan diserahkan kepada PSSI.

[Goal.com]

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

Komentar Anda...

Related Articles

Close
Close