Nasional

Ini Proyek yang Akan Dibiayai Dana Haji

BTN iklan

JAKARTA, (LEI) – Pemerintah telah membentuk Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) dan berencana untuk menginvestasikan dana haji di bidang infrastruktur. Total dana haji yang telah terkumpul per 30 Juni 2017 telah mencapai Rp 99,34 triliun yang terdiri dari nilai manfaat sebesar Rp 96,29 triliun dan dana abadi umat sebesar Rp 3,05 triliun.

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN), Bambang Brodjonegoro menyarankan agar dana haji diinvestasikan untuk hal yang bermanfaat dan berdampak lebih besar bagi jemaah haji di Indonesia, serta diurus dengan instrumen yang tepat dan sesuai syariah.

Dilansir dari laman Kompas, Bambang memaparkan empat proyek yang dinilai cocok untuk investasi dana haji. Pertama, pembangkit listrik terutama yang sudah punya perjanjian jual beli tenaga listrik antara perusahaan produsen listrik swasta (IPP) dengan PLN atau Power Purchase Agreement (PPA).

“Investasinya nanti digunakan untuk apa? Bisa ke pembangkit listrik yang sudah punya persetujuan dengan PLN. Sehingga kalau sudah selesai, maka PLN akan membayar setiap watt yang dihasilkan, jadi aman,” jelasnya, mengutip Merdeka.

Kedua, yaitu proyek bandar udara atau bandara. Investasi infrastruktur yang satu ini dinilai cukup menjanjikan lantaran memiliki keuntungan besar. Perkembangan industri penerbangan dan peningkatan jumlah penumpang angkutan udara yang kerap mencapai double digit membuat investasi di infrastruktur bandara menjanjikan keuntungan yang besar.

Ketiga, proyek kerja sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) dengan skema aviability payment, artinya investor membangun dulu sampai selesai, setelah selesai infrastruktur beroperasi maka pemerintah membayar jasa layanan dari infrastruktur tersebut.

Keempat, investasi jalan tol khususnya jalan tol di pulau Jawa dan jalan tol di kota besar. Menurutnya, tidak ada jalan tol yang merugi bila dibangun di kota-kota besar sehingga investasi di infrastruktur ini juga menjanjikan. Menteri Bambang menambahkan pemerintah akan memilih ketat infrastruktur strategis sebagai salah satu yang bisa dibiayai dari investasi syariah. Mengingat potensi keuntungan yang lebih besar dibanding hanya menaruh dana di bank syariah. (kompas.com)

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Articles

Close