Buku

Ini Turki yang Tak Kalian Kenal !

BTN iklan

FREIBERG, (LEI) РBuku ini awalnya adalah tulisan anak-anak muda yang mengenyam pendidikan di negara Turki. Kumpulan tulisan dari portal Turkish Spirits yang konon pernah dibredel pemerintah Turki, kemudian dikumpulkan founder Bernando J. Sujibto.

Dari beberapa tulisan di laman Turkish Spirits ini banyak mengungkapkan bagaimana bangsa Turki teguh berjalan sesuai dengan visi dan misi kehidupan bernegara. Anak-anak muda sangat jeli mencatat pernak-pernik kehidupan tanpa didramatisir, pengamatan mereka benar-benar riil.

Dalam buku ini dibahas bagaimana Turki bisa bersikap ditengah tekanan Uni Eropa terhadap pengungsi dan sikap Turki terhadap tekanan infiltrasi ISIS di depan mata, teror yang tiada henti serta tekanan dari negara Rusia, hingga kejadian penembakan di pesawat.

Pada Bab Pertama, Identitas dan Nasionalis. Pada bab ini kumpulan tulisan menyoroti tentang sistem pemerintahan Republik Turki dan ekspansi kebudayaan Turki ke Indonesia. Tiga hantu teror di Turki ialah: potensial negara secara geografis, mayoritas penduduknya adalah muslim yang berbatasan dengan Eropa yang bertahan dengan sistem demokrasinya, juga infiltrasi dari pihak lain yang bertujuan untuk melemahkan Turki (hal. 129).

Berbagai kekerasan ‘diutus’ untuk mengganggu proses kemajuan yang telah dirancang untuk menguatkan bangsa. Teror-teror itu berupa aksi balas dendam atas sikap tegas Pemerintah menghadapi PKK (Kurdi) dan ISIS (hal 132).

Pada Bab Ketiga, Budaya dan Agama dituliskan secara segar kehidupan masyarakat Turki, mulai dari ziarah kubur Erdogan, tradisi Idul Adha pada masa Kesultanan Utsmani, hingga menjaring berkah budaya Sofra. Pada bab ini sangat menarik untuk dicermati bagaimana cara Turki dakwah untuk Polandia, khususnya di Gdansk (hal 287).

Secara keseluruhan, buku ini sangat menarik untuk dibaca, kita akan belajar bagaimana Turki memelihara nasionalismenya dalam bingkai multi-etnis dengan mayoritas muslimin.

Biz milletiz Turkiyeye derbeyeterore yedizmerziz (Kami satu bangsa Turki tidak tunduk oleh kudeta dan teror). Demikian resensi oleh Dr. St Laksanto Utomo 31 Desember 2017. [LU_LEI]

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami