Olahraga

Inilah Kandidat Pebalap yang Akan Tandem dengan Marquez Tahun Depan

Lho, ada apa dengan Dani Pedrosa ya?

BTN iklan

(LEI) – MotoGP musim 2018 sudah dimulai kembali. Para penggemar setia balapan kelas dunia ini sudah siap membuka mata, hati, telinga. Bahkan jari-jemari untuk berkomentar di media sosial tentang seri perdana di sirkuit Losail, Qatar minggu lalu.

Akhir 2018 dan awal 2019 menjadi hal yang cukup menegangkan dan membuat penasaran untuk penggemar fanatik pebalap papan atas MotoGP. Karena akan terjadi kontroversi transfer pebalap, perpanjangan dan tidak diperpanjang kontraknya, pensiun, dan lainnya.

Rumor banyak sekali beredar di media sosial. Yang sedang hangat adalah kontrak Dani Pedrosa akan habis di penghujung 2018, dan siapa yang bakal menjadi tandem atau rekan satu tim juara dunia enam kali, Marc Marquez di tim Repsol Honda.

Mari kita lihat calon-calonnya!

1. Andrea Dovizioso dilirik tim pabrikan Honda dan Suzuki

Dovi, sapaan akrab pembalap Ducati asal Italia ini akhirnya kembali mengudara di podium tertinggi QatarGP 2018. Seri pertama musim MotoGP ini kembali membuat para penonton berdecak kagum dengan pertarungan sengit memperebutkan titel melawan Marc Marquez di lap terakhir.

Melihat performa Dovi yang tetap kompetitif baik dari free practice, kualifikasi, hingga race, Honda dan Suzuki akhirnya mendekati pria 31 tahun ini. Dikutip dari Motorsport.com, rekan satu timnya, sang juara dunia tiga kali, Jorge Lorenzo, mendapatkan gaji yang lebih besar dari dirinya.

Perbedaannya sangat jauh sekitar 10 juta euro. Karena berhasil mengungguli Lorenzo sepanjang musim lalu, Dovi ingin jerih payahnya dihargai. Dia menghendaki kenaikan gaji, dan Ducati masih membicarakannya.

Tim pabrikan lain seperti Yamaha sudah memperpanjang kontrak Valentino Rossi dan Maverick Vinales hingga dua tahun ke depan. Marc Marquez di Honda juga sudah diperpanjang kontraknya. Kemungkinan terbesar Dani Pedrosa tidak akan diperpanjang kontrak oleh Honda mulai tahun depan. Maka Honda mulai memberikan penawaran untuk Dovi.

Suzuki juga dikabarkan mengajak Dovi untuk negosiasi. Dovi mengatakan kepada media bahwa dia sudah berbicara dengan Honda maupun Suzuki, tetapi Ducati dan Italia masih tetap menjadi prioritas baginya.

Untuk diketahui, Dovi memulai karirnya dengan Ducati pada tahun 2013 menggantikan Valentino Rossi yang kembali ke Yamaha. Dovi tetap bertahan menjadi pebalap utama Ducati walau catatan prestasinya masih biasa-biasa saja.

Pria yang terkenal kalem ini tiba-tiba mulai menjadi pusat perhatian pada musim 2017 lalu saat dia berhasil menjadi runner up kejuaraan dunia MotoGP, melawan juara dunia 6 kali, Marc Marquez dengan penampilan race yang sangat dramatis.

2. Rookie MotoGP, Johann Zarco siap menggantikan Pedrosa, Marc pun setuju

Johann Zarco sejak debutnya di MotoGP menjadi rider terlaris dalam bursa transfer ‘pemain’. Bagaimana tidak. Sejak setelah berhasil mencatatkan waktu kedua terbaik di tes Qatar beberapa pekan lalu, dan tentu saja yang menjadi viral saat dia berhasil memperoleh pole position di awal musim 2018, Zarco dilirik sebagai bintang baru MotoGP.

Pebalap asal Prancis ini debut di kelas utama MotoGP pada tahun 2017, membela tim satelit Monster Yamaha Tech3 bertandem dengan rookie asal Malaysia, Hafiz Syahrin. Di saat performa pebalap utama tim pabrikan Movistar Yamaha, yaitu Valentino Rossi dan Maverick Vinales mengalami kemunduran perihal teknis motor yang terjadi tahun lalu, Zarco justru melesat agresif dan mampu finish pada urutan ke-2 pada GP Valencia 2017, mengalahkan Marquez sang juara dunia yang finish di urutan ke-3.

“Kenapa harus takut?” ungkap Zarco dikutip dari wawancaranya dengan Speedweek.com pada saat test di Qatar pekan lalu. “Akan sangat senang bisa satu team dengan Marquez. Honda adalah tim impian. Sejak kecil saya menonton MotoGP di televisi, saya memiliki foto Mick Doohan, diteruskan oleh Valentino Rossi di Honda kemudian terakhir Marc Marquez. Saya senang melihat tim ini.”

Tim Tech3 akan ganti motor dari Yamaha ke KTM pada tahun 2019-2021. Manajer tim Herve Poncharal mengharapkan dapat terus menggandeng Zarco. Tetapi kemungkinan besar Zarco akan berada di tim pabrikan pada tahun 2019, melihat prestasinya yang cemerlang.

Jan Witteveen, race director Aprilia terdahulu berpendapat bahwa Zarco akan cocok untuk Honda. Pebalap Honda selalu memiliki tubuh yang mungil seperti Pedrosa, Stoner, dan Marquez. Marquez juga tidak keberatan jika Zarco menggantikan sahabat dan rekan setimnya saat ini, Dani Pedrosa.

“Keputusan berada di pihak Honda. Mereka harus merekrut rekan satu tim yang terkuat. Johann Zarco adalah pebalap yang berada di level tertinggi. Makin kuat tim kami, secepatnya kami dapat meningkatkan performa motor dan membuatnya semakin kuat. Tetapi saya juga senang kalau kontrak Dani diperpanjang. Terserah saja. Saya tidak bisa berkomentar dan menentukannya.”

3. Kontrak berakhir 2018, Dani Pedrosa terancam disingkirkan

Beredar kabar bahwa Dani Pedrosa tidak akan diperpanjang kontraknya oleh Honda Racing Company. Terutama setelah digantinya manajer tim Livio Suppo oleh orang lama yaitu Alberto Puig dan direktur baru HRC, Takeo Yokoyama yang sangat ambisius dan haus akan kemenangan.

Alberto Puig pernah menjadi manajer Pedrosa saat menjadi juara dunia GP kelas 125cc pada tahun 2003 dan kelas 250cc pada tahun 2004-2005. Hingga Pedrosa turun bertanding ke kelas utama MotoGP dan akhirnya manajer tim digantikan oleh Livio Suppo.

Hubungan Puig dan Pedrosa sangat dekat. Dengan kembalinya Puig ke tim Repsol Honda banyak fans berharap Pedrosa dapat dipertahankan. Tetapi melihat catatan karier Pedrosa beberapa tahun terakhir, bos HRC bisa jadi tidak terlalu puas.

Sejak 12 tahun membela tim Repsol Honda di kelas utama MotoGP, Dani Pedrosa memang belum pernah menyumbang gelar juara dunia sekalipun. Walaupun data menunjukkan kemunduran yang signifikan oleh pebalap berusia 33 tahun tersebut, tetapi pencatatan prestasi perolehan podium utamanya juga tidak buruk.

Dani Pedrosa masih tetap berada di jajaran pebalap MotoGP papan atas. Terutama saat berebut posisi klasemen dengan Valentino Rossi musim 2017 lalu. Selain itu, tim Repsol Honda merasa keberadaan Pedrosa cukup penting untuk pengembangan motor, dan juga menjadi penyeimbang bagi Marc Marquez sang juara dunia. Oleh karenanya melepaskan Pedrosa dari tim bukan keputusan yang mudah.

Apakah Pedrosa tetap bertahan di tim Repsol Honda ataukah hengkang tahun depan? Fans doakan yang terbaik saja, ya!

[IDN Times]

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami