LiputanOlahraga

Inilah Perjalanan Karier Jokdri

BTN iklan

JAKARTA, (LEI) – Satgas Antimafia Bola berpotensi besar untuk menetapkan Joko Driyono alias Jokdri sebagai tersangka kasus pengaturan skor.

Namun, satgas yang baru dibentuk pada 21 Desember lalu itu belum bisa memastikan bahwa Jokdri merupakan aktor intelektual match fixing di Indonesia. Saat ini, status tersangka Joko Driyono (Jokdri) untuk kasus perusakan barang bukti.

Karopenmas Divhumas Polri Brigjen Dedi Prasetyo menjelaskan barang bukti yang dirusak oleh Jokdri itu terkait dengan dugaan match fixing. Terutama untuk kasus yang dilaporkan oleh Manajer Persibara Banjarnegara Lasmi Indriyani. Artinya, dokumen itu terkait dengan pertandingan Persibara dan beberapa klub lainnya. ”Ini berkaitan dengan peran Jokdri secara institusional,” ujarnya.

Peran institusional tersebut seperti mengatur perangkat pertandingan dan jadwal pertandingan. Perlu dipahami bahwa sebelas orang tersangka yang ditahan itu merupakan perangkat pertandingan. ”Itu dia yang didalami,” ungkapnya.

Dia menjelaskan bahwa dokumen terkait pertandingan Persibara itu hanya satu dari sekian pertandingan yang diduga terjadi match fixing. ”Itu satu dokumen, yang lain-lainnya masih diaudit lagi,” paparnya.

Berikut adalah perjalanan karier Jokdri:

2002-2003: Manajer Pelita Krakatau Steel

2005-2008: Direktur Kompetisi Badan Liga Indonesia, anggota Komisi Disiplin PSSI

2009-2011: CEO PT Liga Indonesia

2012: Ketika terjadi dualisme PSSI, Jokdri ikut dalam gerbong yang membentuk Komite Penyelamat Sepak Bola Indonesia (KPSI). Jokdri juga menjabat sebagai CEO PT LI (operator Indonesia Super League (ISL)).

2012: Jokdri jadi anggota Joint Committeewakil KPSI sebagai upaya rekonsiliasi dengan PSSI pimpinan Djohar Arifin Husin yang diakui FIFA

2013: Ditunjuk jadi Sekjen PSSI dibawah pimpinan Djohar Arifin Husin. Padahal, dia juga masih menjabat sebagai CEO PT LI yang jadi operator kompetisi tandingan PSSI saat itu

2015: Sempat masuk bursa ketua umum PSSI. Tapi, kursi ketua umum akhirnya diduduki La Nyalla Mattalitti. PSSI kemudian dibekukan oleh pemerintah

2015: Mengetuai PT GTS (Gelora Trisula Semesta) yang jadi operator Indonesia Soccer Championship (ISC), kompetisi yang berjalan selama Indonesia diskorsing FIFA

2016: Jadi Wakil Ketua Umum PSSI mendampingi Edy Rahmayadi pada KLB 10 November 2016

2017: Jadi Wakil Presiden AFF (Federasi Sepak Bola ASEAN)

2019: Terpilih jadi Plt Ketua Umum PSSI setelah Edy Rahmayadi mundur dalam Kongres Tahunan PSSI pada 20 Januari di Bali

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

41 Comments

  1. I do trust all of the ideas you have presented to your post.
    They’re very convincing and will definitely work.
    Still, the posts are too brief for beginners. May you please prolong them a bit from
    subsequent time? Thank you for the post.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami