BTN ads
HEADLINESNasional

Inilah Wahyu Widya Nurfitri Hakim PN Tangerang Yang Kena OTT KPK

JAKARTA, (LEI) – Penampilan hakim Wahyu Widya Nurfitri boleh jadi salah satunya. Ia memang cantik, berkulit putih dan berkacamata. Tampak anggun dan berwibawa. Karirnya sudah 25 tahun jadi hakim. Berarti ia hakim senior. Ia terjaring operasi tangkap tangan KPK pada Senin petang (12/3/2018). Bersamaan dengannya ada panitera dan pengacara yang ditangkap di tempat berbeda.

Perempuan berkulit putih dan berkacamata itu juga pernah tercatat menjabat sebagai Ketua PN Gunung Sugih, Kabupaten Lampung Tengah.

Setelah beberapa tahun kemudian, pada April 2016, ia digantikan oleh Agus Komarudin.

Saat ini, Wahyu Widya Nurfitri tercatat sebagai salah satu hakim di PN Klas IA Khusus Tangerang.

Hakim Wahyu Widya pernah mendapat penghargaan Pengabdian Satyalancana Karya Satya dari Presiden Joko Widodo pada 2016 lalu. Ini adalah penghargaan pengabdian sudah 20 tahun lebih menjadi hakim (Jawapos.com, 13/3/2018).

Wahyu Widya Nurfitri adalah Alumni Ilmu Hukum Perdata Universitas Diponegoro (Undip), dan pascasarjananya diselesaikan di Pendidikan Tinggi Hukum IBLAM Jakarta.

Karirnya dimulai dari Pengadilan Negeri Depok selama 11 tahun sejak 1993 hingga 2011. Lalu pindah sebagai wakil ketua Pengadilan Negeri (PN) Rangkasbitung, Banten pada 2013. Ia juga pernah menjadi Ketua PN Gunung Sugih, Lampung Tengah pada 2014 hingga 2016. Hingga karirnya berakhir sebagai hakim PN Tangerang sejak Januari 2016.

Tahun 2016 kekayannya sudah mencapai 2,7 miliar (acch.kpk.go.id). Harta tidak bergerak dan bangunan sebesar Rp 1,3 miliar berjumlah 8 buah, yang terdiri atas tanah kosong dan bangunan rumah yang tersebar di beberapa wilayah di Semarang dan Batam. Harta bergerak ada empat buah mobil merek Suzuki Carry, Toyota Corolla, Suzuki Aerio, dan Toyot Avanza senilai Rp 382 juta. Sementara untuk harta lainnya logam mulia senilai Rp 309 juta. Untuk harta lain seperti giro dan kas sebesar Rp 723 juta. Namun, Wahyu memiliki utang senilai Rp 27 juta.

Menjelang pensiun mestinya ia membangun perilaku husnul khotimah, tetapi kata Ketua Komisi Yudisial, Aidul Fitriaciada Azhari, hakim itu kemaruk alias rakus. Padahal kebutuhan hidupnya sudah dijamin oleh negara (Merdeka.com, 13/3/2018).

Maka sebagai konsekeunsi dari itu semua Mahkamah Agung akan mememecatnya. “MA konsekuen dan konsisten, siapapun aparatur pengadilan yang terkena OTT akan diberhentikan sementara sebagai hakim,” kata Ketua Humas MA Abdullah (Jawapos.com, 12/3/2018).

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

Komentar Anda...

Related Articles

Close
Close