Internasional

Trump Membela Larangan Masuk AS

BTN iklan

Jakarta/Lei- Perdebatan atas keputusan Presiden Donald Trump yang diikuti penolakan oleh beberapa lapisan masyarakat dan beberapa pejabat dari institusi-institusi negara Amerika Serikat kembali diberlakukan setelah banding yang diajukan di negara bagian Virginia. Jaksa Agung AS, Jeffrey Wall, dengan tegas menolak tuduhan dalam sidang dengar pendapat di Richmond yang menyatakan bahwa pelarangan imigran untuk memasuki AS tersebut adalah suatu bentuk diskriminasi terhadap masyarakat muslim di dunia. “Presiden Trump tidak pernah mempunyai intensi dalam melakukan diskriminasi bagi golongan tertentu dalam pengambilan keputusan tersebut, terutama diskriminasi bagi masyarakat muslim di dunia dan beliau telah mengatakannnya dengan sangat jelas”, Jeffrey Wall berpendapat.

Akan tetapi, Omar Jadwat, seorang pengacara yang merupakan anggota American Civil Liberties Union (ACLU), yang merupakan organisasi non-profit pembela hak-hak individu dalam mendapatkan bantuan hukum, mengatakan bahwa Trump sebagai calon presiden AS dalam masa kampanye menyatakan akan mencegah seluruh masyarakat muslim yang berasal dari luar AS memasuki negara tersebut.

Pemberlakuan keputusan Presiden Trump tersebut sangatlah krusial sehingga hal tersebut dinegosiasikan oleh hampir seluruh hakim dalam sidang banding yang dilaksanakan dari awal penolakan keputusan tersebut. Pada kasus normal hanya 3 orang hakim yang turut serta dalam sidang teresebut, akan tetapi pada sidang dengar pendapat yang dilaksanakan Senin lalu, 13 dari 15 hakim turut serta dalam sidang tersebut.

Hal tersebut diyakini akan membuat keputusan dalam sidang tersebut sulit diprediksi. Pengambilan keputusan diperkirakan akan dilakukan tidak lebih dari 1 bulan kemudian. Putusan pelarangan imigrasi pertama yang diambil pada akhir Januari lalu secara Judisial telah diberhentikan. Putusan pelarangan imigrasi kedua telah disusun oleh Presiden Trump dan telah ditanda-tangani Bulan Maret lalu. Berdasarkan putusan tersebut, seluruh penduduk muslim yang berasal dari Iran, Yaman, Libya, Somalia, Sudan, dan Suriah tidak diperbolehkan memasuki AS selama 90 hari ke depan, serta  pelarangan bagi pencari suaka dari keenam negara tersebut yang telah mengajukan suaka pada 120 hari terakhir.

Perlihatkan Lebih

2 Komentar

  1. May I simply just say what a relief to find someone that really knows what they’re talking about on the internet. You certainly understand how to bring a problem to light and make it important. More and more people need to look at this and understand this side of your story. I can’t believe you aren’t more popular since you certainly possess the gift.

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami