Hukum

Investor Minat Akuisisi Hotel Panghegar

BTN iklan

JAKARTA/Lei — PT Hotel Panghegar mendapatkan penawaran dari kedua calon investor dalam rapat kreditur proses restrukturisasi utang terkait dengan pengambilalihan saham dan seluruh kewajiban dengan nilai Rp2,7 triliun.

Salah satu pengurus PT Hotel Panghegar Rivai M. Noer mengatakan kedua calon investor yakni PT Supradinakarya Multijaya yang bergerak di bidang pengembang dan real estate serta PT Garuda Reksa Nusantara yang membidangi perhotelan dan infrastruktur.

“Tim pengurus akan melihat bukti komitmen kedua calon investor ini pada 10 Juni 2016 sebelum dilaporkan kepada forum rapat kreditur,” kata Rivai kepada Bisnis, Rabu (8/6).

Dia mengaku akan bersikap independen dan mencari calon investor yang mempunyai komitmen terbaik. Beberapa indikator penilaian yang digunakan mencakup kesanggupan dan ketersediaan dana, komitmen penyelesaian seluruh kewajiban debitur, serta tagihan pajak.

Pihaknya akan melaporkan hasil penilaian kedua calon investor tersebut kepada forum rapat kreditur untuk dipilih. Selanjutnya, hasil pilihan tersebut akan dilaporkan kepada majelis hakim pemutus dan diputuskan dalam rapat permusyawaratan pada 15 Juni 2016.

Dia menuturkan Garuda berkeinginan mengambil Hotel Panghegar beserta seluruh anak usahanya termasuk Panghegar Kana Properti dan Panghegar Kana Legacy. Bahkan, kewajiban Panghegar Kana Legacy yang saat ini sedang dalam proses kepailitan juga akan diselesaikan.

Calon investor yang memiliki afiliasi dengan Jacobs asal Amerika Serikat juga siap menyelesaikan pembangunan resort di Uluwatu dan Kintamani, Bali. Adapun, Garuda merupakan calon investor usulan dari debitur.

Dalam kesempatan yang sama, Perhimpunan Pemilik dan Penghuni Satuan Rumah Susun (P3SRS) Grand Royal Panghegar Bandung mengusulkan Supradinakarya sebagai calon investor.

“PT Supradinakarya Multijaya dinilai sebagai calon investor yang cukup serius,” kata Ketua P3SRS Panghegar Yan Yohanes Abdullah.

Dia menuturkan Supradinakarya dinilai memiliki keseriusan dan kesanggupan untuk menyelesaikan utang kepada PT Bank Bukopin Tbk. sebagai kreditur separatis. Mereka juga bersedia memberikan jaminan kesangguan dan menempatkan dana sesuai dengan persyaratan pihak bank.

Selain itu, Supradinakarya sanggup untuk menyelesaikan utang pajak. Terlebih, calon investor bersedia menawarkan penyelesaian penerbitan sertifikat hak milik satuan rumah susun (SHMSRS) unit apartemen, kondotel, layanan apartemen, dan area komersial Royal Panghegar.

Dalam proposalnya, Supradinakarya berjanji membayarkan tunggakan rental guarenteekepada para pembeli kondotel selambat-lambatnya tiga bulan sejak seluruh persyaratan perdamaian dipenuhi.

Supradinakarya sendiri meminta debitur untuk menjual seluruh penyertaan sahamnya di anak usaha perusahaan, kecuali PT Panghegar Bali, dengan skema spin off. Debitur juga diwajibkan menyerahkan seluruh aset baik berupa tanah dan bangunan serta saham milik perusahaan tanpa terkecuali dengan keadaan masih baik dan laik fungsi.

REALISTIS

Menanggapi proposal tersebut, kuasa hukum Bank Bukopin Purwoko J. Soemantri mengatakan tawaran Supradinakarya lebih realistis dan menarik bagi kreditur separatis.

“Calon investor tersebut memberikan tawaran bisa melakukan penyelesaian dalam bulan ini,” kata Purwoko.

Terlebih, Supradinakarya sudah sejak lama menunjukkan keseriusannya untuk membantu keuangan Panghegar. Bukti keseriusannya berupa penyimpanan dana investasi melalui rekening perusahaan di Bank Bukopin sejak tahun lalu.

Panghegar, lanjutnya, telah banyak mengajukan calon investor guna menunjang keuangan perusahaan. Namun, hingga saat ini belum pernah ada yang terealisasi.

Kelompok usaha Panghegar tengah diterpa persoalan utang. Tercatat, tiga perusahaan bermasalah dengan pembayaran kewajiban dan tengah menjalani proses restrukturisasi dan kepailitan di Pengadilan Niaga Jakarta Pusat.

Selain PT Hotel Panghegar, PT Panghegar Kana Properti juga menjalani masa PKPU. Sementara itu, PT Panghegar Kana Legacy telah berstatus pailit setelah gagal meyakinkan para kreditur untuk menyetujui proposal perdamaian yang ditawarkan debitur.

PT Hotel Panghegar dan PT Panghegar Kana Properti berstatus PKPU sejak 2 Mei setelah pengadilan mengabulkan permohonan yang diajukan PT Bank Bukopin Tbk.(bisnis.com)

Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami