Internasional

Iran Menentang Referandum Kemerdekaan Kurdi

BTN iklan
    Teheran, Iran,  Lei, Ant /Xinhua-OANA) – Ketua Parlemen Iran Ali Larijani pada Senin (18/9) mengatakan referendum kemerdekaan Kurdi Irak dapat merugikan rakyat di wilayah tersebut.

Irak dan negara tetangganya, termasuk Iran, dengan keras menentang rencana sepihak oleh Gerakan Regional Kurdistan Irak untuk menyelenggarakan referendum kemerdekaan, kata Larijani –yang dikutip oleh kantor berita Tasnim.

Tindakan tersebut menciptakan masalah, termasuk kerugian ekonomi, buat rakyat Irak, ia menegaskan.

Selain itu, Sekretaris Dewan Keamanan Tertinggi Nasional Ali Shamkhani pada Ahad (17/9) mengatakan Iran akan menutup perbatasannya dengan Kurdistan Irak kalau wilayah tersebut memutuskan untuk memisahkan diri dari Irak, kata kantor berita Tasnim.

Kesepakatan perbatasan antara Iran dan Wilayah Kurdistan didasari atas Irak yang bersatu, kata Shakhani, sebagaimana dilaporkan Xinhua –yang dipantau Antara di Jakarta, Selasa pagi. Ia menekankan, “Iran secara tegas hanya mengakui Pemerintah Federal Irak yang bersatu dan terintegrasi.” Ia memperingatkan Iran akan mengakhiri kesepakatan keamanan dan militer saat ini dengan Erbil dan memperbarui kebijakan keamanan perbatasannya dengan wilayah itu, jika pemerintah regional Kurdi berkeras untuk menyelenggarakan referendum.

Ia juga mengatakan Iran mungkin akan mempertimbangkan kembali pendiriannya dan mensahkan pendekatan yang berbeda guna memerangi kelompok anti-Iran di Wilayah Kurdistan Iran, jika pemungutan suara itu dilanjutkan.

Oleh karena itu, pemimpin Kurdi mesti berfikir dua-kali dan menghentikan rencana referendum kemerdekaan guna menghindari “proses anti-keamanan” di seluruh wilayah tersebut, ia menambahkan.

Pada Senin, seorang wakil Pemerintah Wilayah Kurdistan Irak untuk Teheran dilaporkan mengatakan bahwa masih ada kemungkinan untuk menunda referendum kemerdekaan itu.

“Pemerintah Regional Kurdistan sedang mempelajari usul dari Turki dan negara Barat mengenai pemungutan suara yang dijadwalkan tersebut,” kata Nazim Dabbagh kepada harian Iran yang berbahasa Persia, Etemad.

“Dalam kasus ada jaminan yang diperlukan buat hak suku Kurdi, mereka akan mencabut referendum kemerdekaan untuk sementara,” kata Dabbagh.

Terlebih lagi, Mahkamah Agung Irak pada Senin mengeluarkan putusan untuk menghentikan referendum kemerdekaan tersebut.

Pada 7 Juni, Wilayah Kurdistan Irak mengumumkan rencananya untuk menyelenggarakan referendum kemerdekaan pada 25 September guna memutuskan apakah akan memisahkan diri dari Irak, atau tidak.

Para pejabat militer dan politik Iran telah mengumumkan sikap mereka mengenai referendum Wilayah Kurdistan Irak.

Turki, Iran dan Suriah memandang langkah semacam itu akan mengancam keutuhan wilayah mereka sendiri, sebab sangat banyak orang Kurdi tinggal di ketiga negara tersebut.


 

 

Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami