Internasional

Iran Tolak Negosiasi Ulang Perjanjian Program Nuklir dengan AS

BTN iklan

TEHERAN (LEI) – Menteri Luar Negeri Iran, Javad Zarif mengatakan bahwa Teheran sama sekali tidak punya niatan untuk melakukan negosiasi ulang kesepakatan program nuklir yang disepakati pada 2015. Zarif mengatakan, Iran telah menghabiskan lebih dari dua tahun untuk melakukan negosiasi dan hasilnya telah diperkuat dengan resolusi Dewan Keamanan PBB.

“Kami menegosiasikan kesepakatan yang sangat bagus,” katanya Zarif saat berbicara pada konferensi “MED Dialogues” di Roma, Italia pada Kamis sebagaimana dilansir RT, Jumat (23/11/2018).

“Mengapa kita harus melanjutkan pembicaraan lagi hanya karena seseorang tidak menyukainya? Hanya karena seseorang membenci pendahulunya? Itu bukan alasan Anda terlibat dalam diplomasi,” tambahnya, merespons keputusan Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump yang menarik negaranya dari kesepakatan yang telah ditandatangani.

Zarif mengatakan, keadaan yang terjadi saat ini membuat rakyat Iran melihat “kemungkinan yang semakin mengecil dalam bergantung pada janji yang diberikan kepada mereka”. Zarif mengatakan, keadaan ini akan menyulitkan dunia internasional.

Dia kembali menjelaskan bahwa tidak hanya AS melanggar resolusi Dewan Keamanan PBB dengan menarik diri dari kesepakatan program nuklir tersebut, tetapi Washington juga meminta negara lain untuk melakukan hal yang sama dan menghukum mereka yang ingin tetap berpegang pada hukum internasional.

“Jika Anda di Eropa ingin membuat ini menjadi sebuah preseden, maka besok AS dapat datang dan meminta Eropa untuk melakukan sesuatu yang lain yang ilegal.”

Zarif mengatakan, rakyat Iran akan bertahan dari sanksi-sanksi AS yang ditujukan untuk menekan Teheran agar memasukkan program nuklirnya ke dalam pembahasan perjanjian. Dia menyakini bahwa Iran akan dapat bertahan dari sanksi tersebut.

“Saya pikir rakyat Iran pada kenyataannya akan bersatu dan terus hidup melewati sanksi. Kami telah melalui masa-masa yang lebih sulit … kami hidup selama delapan tahun perang Iran – Irak.” (okezone)

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami