Hukum

Irjen Napoleon Bonaparte ajukan banding 4 Tahun penjara

BTN iklan

LEI, Jakarta- Irjen Napoleon Bonaparte tak menerima putusan hakim yang menyatakannya bersalah menerima suap dari Djoko Tjandra. Hakim menghukum mantan Kadiv Hubungan Internasional Polri itu dengan penjara selama 4 tahun.
Awalnya, setelah membacakan vonis, hakim menjelaskan hak-hak Napoleon Bonaparte selaku Terdakwa dalam menyikapi putusan ini. Ia bisa langsung menerima putusan, banding, atau menggunakan waktu 7 hari untuk pikir-pikir terlebih dahulu.
Atas kesempatan yang diberikan kepadanya, Irjen Napoleon kemudian beranjak dari kursi terdakwa. Ia kemudian menyatakan akan mengajukan banding.


“Yang saya hormati Majelis Hakim Yang Mulia dan para hadirin. Cukup sudah pelecehan martabat yang saya derita dari Juli tahun lalu sampai hari ini,” kata Napoleon Bonaparte di Pengadilan Tipikor Jakarta, Rabu (10/3).
“Saya lebih baik mati daripada martabat keluarga dilecehkan seperti ini. Saya menolak putusan hakim dan mengajukan banding,” sambung dia.

Sementara pihak jaksa penuntut umum masih akan pikir-pikir terlebih dulu dalam menyikapi vonis ini. Hukuman terhadap Napoleon Bonaparte ini memang lebih berat dibanding tuntutan jaksa.
Pada persidangan sebelumnya, jaksa menuntut Napoleon Bonaparte dengan hukuman 3 tahun penjara. Namun hakim menilai hal itu terlalu ringan.


Dalam putusannya, hakim menilai Napoleon Bonaparte terbukti menerima suap dari Djoko Tjandra. Suap yang diterima pejabat tinggi Polri itu ialah SGD 200 ribu dan USD 370 ribu.
Hakim meyakini suap itu terkait pengurusan penghapusan nama Djoko Tjandra dari Daftar Pencarian Orang (DPO) yang dicatatkan di Direktorat Jenderal Imigrasi.

Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami