Hukum

Irman: Vonis 4,5 Tahun Penjara Pembelajaran untuk Perbaiki Diri

BTN iklan

Jakarta, LEI – Mantan Ketua DPD RI, Irman Gusman, mengatakan, vonis 4,5 tahun penjara yang diputuskan majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, merupakan pembelajaran agar menjadikannya lebih baik di masa mendatang.

“Bagaimana kita ke depannya lebih baik lagi dan saat ini saya juga mohon maaf kalau ada yang salah, dan mudah-mudahan semuanya bisa menjadi pembelajaran bagi saya,” kata Irman usai sidang di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Senin (20/2).

Menurut Irman, wajar manusia melakukan kesalahan. Namun, harus memperbaikinya. “Perlu pendidikan yang baik dan setiap manusia itu kan tidak mungkin tidak ada yang salah, bagaimana kita ke depannya lebih baik lagi,” ucapnya.

Pada kesempatan ini, Irman menyampaikan terima kasih karena persidangan perkaranya berjalan lancar hingga putusan. Namun demikian, vonis 4,5 tahun penjara merupakan hukuman yang sangat berat.

“Putusan ini tentu berat untuk saya, tapi yang penting bagaimana kita mendefinisikan persoalan korupsi ini dengan baik karena ini menyangkut soal kultur, perlu pendidikan yang baik dan setiap manusia itu kan tidak munkin tidak ada yang salah,” katanya.

Majelis hakim menghukum Irman 4,5 tahun penjara dan denda Rp 200 juta subsider 3 bulan kurungan karena terbukti menerima suap sejumlah Rp 100 juta dari Direktur Utama (Dirut) CV Semesta Berjaya, Xaverandy Sutanto, dan istrinya bernama Memi.

Irman mendapatkan Rp 100 juta sebagai imbalan membantu CV Semesta Berjaya mendapatkan kuota gula impor untuk didistribusikan di Sumatera Barat. Irman terbukti melanggar Pasal 12 huruf b Undang-Undang (UU) Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah UU Nomor 20 Tahun 2001.

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami