Hukum

Irwan Nasir Tanggapi Dingin Tudingan Kasus Korupsi E-KTP

BTN iklan

Pekanbaru/Lei- Bupati Kepulauan Meranti Irwan Nasir menanggapi dengan dingin tudingan Nazaruddin bahwa dirinya menjadi salah satu kepala daerah di dalam pusaran aliran dana kasus korupsi KTP elektronik atau e-KTP.

Nama Irwan Nasir disebut-sebut oleh bekas Bendahara Umum DPP Partai Demokrat, Muhammad Nazaruddin, di Jakarta, Senin (19/2), seusai menjadi saksi untuk Setya Novanto yang menjadi terdakwa dalam kasus dugaan korupsi pengadaan e-KTP yang merugikan keuangan negara senilai Rp2,3 triliun.

Hanya saja, Irwan memilih hanya berkomentar singkat tentang tudingan itu.

Irwan Nasir, yang kini juga menjabat Ketua DPW PAN Riau, lahir di Kota Selatpanjang Kepulauan Meranti pada 31 Desember 1969. Ia meniti karir sebagai birokrat, pernah menjabat Kepala Bidang Sumber Daya Alam di Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Riau, dan Kepala Bidang Pajak di Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kepulauan Riau.

Irwan kini menjalani periode keduanya sebagai Bupati Kepulauan Meranti. Karir politiknya sebagai Bupati Meranti berawal pada periode 2010-2015, dan ia kembali menang ketika maju sebagai petahana untuk periode 2015-2020.

Setelah menjadi saksi dipersidangan, Mantan Bendahara Umum Partai Demokrat Nazaruddin, meminta agar KPK juga membongkar keterlibatan pejabat negara lainnya dalam kasus mega skandal rasuah itu, seraya membantah keterlibatan Presiden Susilo Yudhoyono, dalam proyek e-KTP.

Nazaruddin menyebut sejumlah kepala daerah, yang diduga menerima aliran uang korupsi.

Selain menyebut Irwan Nasir, Nazaruddin juga menyebut nama Wardan Bupati Indragiri Hilir dan Irsan Noor.

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami