Internasional

Israel: Tidak Akan Ada Penyelidikan Soal Pembunuhan Demonstran Palestina di Gaza

BTN iklan

YERUSALEM (LEI) – Menteri Pertahanan Israel menolak desakan untuk melakukan penyelidikan atas pembunuhan 16 warga Palestina oleh tentara Israel dalam demonstrasi di perbatasan Gaza. Avigdor Lieberman mengatakan, tentara Israel hanya melakukan hal yang diperlukan untuk menjaga keamanan.

Kelompok Hamas mengatakan, lima dari 16 warga Palestina yang tewas merupakan anggota dari sayap kelompok bersenjatanya. Sementara Israel mengklaim delapan dari 16 demonstran yang tewas pada Jumat adalah anggota Hamas, yang mereka anggap sebagai kelompok teroris.

Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres mendesak digelarnya penyelidikan independen atas pertumpahan darah tersebut. Desakan juga datang dari Kepala Urusan Luar Negeri Uni Eropa, Frederica Mogherini, Amnesty Internasional dan Pimpinan Partai oposisi saya kiri Israel. Namun, desakan tersebut ditolak oleh Menteri Pertahanan Israel, Avigdor Lieberman.

“Tentara Israel melakukan apa yang diperlukan. Saya pikir semua prajurit kami berhak mendapatkan medali, ”kata Lieberman, kepada Radio Angkatan Darat Israel sebagaimana dilansir Reuters, Minggu (1/4/2018).

“Sementara untuk permintaan penyelidikan – tidak akan ada (penyelidikan).”

Pada Jumat, puluhan ribu warga Palestina berkumpul di sepanjang perbatasan Israel-Jalur Gaza sepanjang 65 km. Tenda-tenda telah didirikan di sepanjang perbatasan tersebut untuk sebuah rencana demonstrasi enam pekan menuntut hak kembali bagi para pengungsi Palestina dan keturunan mereka ke tempat yang sekarang menjadi Israel. Tetapi ratusan orang mengabaikan permintaan dari penyelenggara dan militer Israel untuk menjauh dari perbatasan.

Militer Israel yang mengatakan mendengar suara tembakan dan melihat demonstran membakar ban serta melempar batu serta bom molotov ke perbatasan membalas dengan tembakan amunisi hidup, peluru karet dan gas air mata. Akibatnya 16 demonstran Palestina tewas dan ratusan lain mengalami luka-luka dalam bentrokan tersebut.

“Penggunaan amunisi hidup harus, khususnya, menjadi bagian dari investigasi independen dan transparan,” kata Mogherini dalam sebuah pernyataan pada Sabtu. “Meskipun Israel memiliki hak untuk melindungi perbatasannya, penggunaan kekuatan harus proporsional setiap saat.”

Demonstrasi tersebut dijadwalkan akan mencapai puncaknya pada 15 Mei, ketika orang-orang Palestina memperingati “Nakba” atau “Bencana”, sebutan untuk peristiwa ketika ratusan ribu warga Palestina melarikan diri atau diusir dari rumah mereka pada 1948, ketika negara Israel dibentuk. (okezone)

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami