Lifestyle

Jadi Perdebatan, Akhirnya Pengadilan Jerman Putuskan Kopi dan Roti Bukan Menu Sarapan

BTN iklan

JAKARTA, (LEI) – Di belahan dunia barat sana, biasanya menu sarapan di pagi hari adalah kopi dan roti. Namun pengadilan Jerman Utara punya pandangan lain, keduanya tak bisa digolongkan sebagai menu sarapan. Mereka putuskan keduanya bukan menu sarapan. Apa alasannya?

Dilansir dari Daily Meal, Selasa (3/10/2017), ternyata perdebatan definisi ‘sarapan’ ini muncul karena adanya konflik antara perusahaan teknologi Jerman dan kantor pajak di Muenster. Masalah dimulai saat sebuah perusahaan teknologi di Jerman sediakan kopi dari vending machine dan bread rolls gratis untuk pegawai dan tamunya sebagai menu sarapan.

Kantor pajak menyebutkan bahwa kopi dan roti yang biasa disediakan perusahaan itu dianggap sebagai tunjangan, atau upah pada pegawai. Maka, tiap pegawai harus bayar pajak dari upah tersebut. Sekadar informasi, perusahaan ini mempekerjakan setidaknya 80 orang.

Tetapi kantor pajak mengatakan bahwa setiap pegawai harus membayar sekitar € 1,50 – 1,57 (setara dengan Rp 25 ribu) per hari. Dan pajak ini akan dihitung mulai periode Desember 2008 hingga Desember 2011.

Perusahaan tidak terima dengan hal ini, kemudian mengadukan masalah ini kepada pengadilan pajak. Mereka melaporkan bahwa ‘sarapan’ tersebut, bukan sarapan yang semestinya. Kopi yang ditawarkan berasal dari vending machine atau mesin penjual otomatis, dan roti-roti disajikan tanpa topping, bahkan tanpa mentega.

Menurut pengadilan pajak, kopi yang berasal dari vending machine dan roti kering tidak masuk kriteria ‘sarapan’. Menu ini tidak termasuk menu sarapan terbaik, atau menu sarapan sehat.

Pengadilan pajak mengatakan bahwa menu sarapan seharusnya terdiri dari roti yang dilengkapi potongan daging, keju atau topping lain. Karena itu, roti dan kopi tidak termasuk tunjangan, atau upah untuk pegawai. Dan akhirnya perusahaan tidak berkewajiban untuk membebani pajak ‘sarapan’ pada pegawainya. Sepele kan?

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami