HEADLINESHukumLiputanNasional

Jaksa Agung: Tuntutan Pelaku Narkoba Selalu Maksimal

BTN iklan

JAKARTA, 4/5 (LEI) – Jaksa Agung HM Prasetyo menegaskan tuntutan terhadap pelaku peredaran narkotika dari kurir sampai bandar narkoba, akan selalu maksimal karena dianggap sebagai anggota sindikat.

“Karena kerap kali kalau kita sedang proses, (tersangkanya) mengaku sebagai kurir sehingga pemiliknya DPO terus, bagaimanapun kita melihat jumlahnya,” katanya di Jakarta, Jumat.

Dari melihat besaran jumlahnya, pihaknya menilai meski mengaku sebagai kurir atau suruhan, tegas akan ditetapkan sebagai anggota sindikat dan bandar narkoba. “Makanya kita tuntutannya selalu maksimal,” katanya.

Terkait perkara sabu 1,6 ton di Batam, Kepulauan Riau, ia menegaskan jika perkaranya sudah lengkap maka akan segera dilimpahkan ke pengadilan.

“Persoalannya kita tidak boleh menyederhanakan masalah, apalagi barang buktinya begitu besar. Yang sekarang sedang kita minta yakni meningkatkan kerja sama dengan semua pihak khususnya dengan BUMN dan Polri,” katanya.

Sebelumnya, Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan memvonis mati delapan warga Taiwan yang menjadi terdakwa penyelundupan satu ton sabu-sabu melalui Pantai Anyer, Serang, Banten.

“Tidak ada hal yang meringankan dari terdakwa,” kata Ketua Majelis Hakim Effendy Mukhtar di PN Jakarta Selatan, Kamis.

Effendy memimpin sidang terhadap tiga terdakwa yakni Liao Guan Yu, Chen Wei Cyuan dan Hsu Yung Li yang dituduh berperan menjemput satu ton sabu-sabu di Pantai Anyer.

Sementara itu, Ketua Majelis Hakim Haruno Patriyadi memvonis lima terdakwa lainnya yakni Juang Jin Sheng, Sun Kuo Tai, Sun Chih Feng, Kuo Chun Yuan dan Tsai Chih Hung.

Kelima terdakwa itu merupakan awak kapal Wanderlust yang mengangkut 52 karung sabu-sabu atau seberat satu ton ke Pantai Anyer.

“Menyatakan terdakwa Juang Jin Sheng, Sun Kuo Tai, Sun Chih Feng, Kuo Chun Yuan dan Tsai Chih Hung telah terbukti secara sah melakukan tindak pidana permufakatan jahat tanpa hak atau melawan hukum, menyerahkan narkotika lebih dari 5 gram. Menjatuhkan pidana kepada terdakwa pidana mati. Terdakwa tetap ditahan,” ujar Haruno. [antara]

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

One Comment

  1. Narkotika disatu sisi merupakan obat atau bahan yang bermanfaat di bidang pengobatan atau pelayanan kesehatan dan pengembangan ilmu pengetahuan hal ini telah diatur dalam Undang-Undang No.35 Tahun 2009 tentang Narkotika Pasal 7 “Narkotika hanya dapat digunakan untuk kepentingan pelayanan kesehatan dan/atau pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi”, tetapi disisi lain dapat pula menimbulkan ketergantungan yang sangat merugikan apabila disalahgunakan atau digunakan tanpa pengendalian dan pengawasan.

    Tindak pidana narkotika telah bersifat transnasional yang dilakukan dengan menggunakan modus operasi yang tinggi, teknologi canggih, didukung dengan jaringan organisasi yang luas dan sudah banyak menimbulkan korban, terutama kalangan generasi muda yang sangat membahayakan kehidupan masyarakat, bangsa dan negara. Kurir dan bandar narkoba sebagai pelaku pengedaran narkoba dianggap anggota sindikat divonis setinggi-tinggi nya hukuman mati. Hukuman tersebut telah diatur dalam Undang-Undang No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika Pasal 114 :
    (1) Setiap orang yang tanpa hak atau melawan hukum menawarkan untuk dijual, menjual, membeli,
    menerima, menjadi perantara dalam jual beli, menukar, atau menyerahkan Narkotika Golongan
    I, dipidana dengan pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 5 (lima)
    tahun dan paling lama 20 (dua puluh) tahun dan pidana denda paling sedikit Rp.
    1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah) dan paling banyak Rp. 10.000.000.000,00 (sepuluh miliar
    rupiah).
    (2) Dalam hal perbuatan menawarkan untuk dijual, menjual, membeli, menjadi perantara dalam jual
    beli, menukar, menyerahkan, atau menerima Narkotika Golongan I sebagaimana dimaksud
    pada ayat (1) yang dalam bentuk tanaman beratnya melebihi 1 (satu) kilogram atau melebihi 5
    (lima) batang pohon atau dalam bentuk bukan tanaman beratnya 5 (lima) gram, pelaku dipidana
    dengan pidana mati, pidana penjara seumur hidup, atau pidana penjara paling singkat 6 (enam)
    tahun dan paling lama 20 (dua puluh) tahun dan pidana denda maksimum sebagaimana
    dimaksud pada ayat (1) ditambah 1/3 (sepertiga).

    Hal tersebut merupakan langkah yang baik diambil untuk memerangi pengedaran narkoba dan dapat memotong jalur pengedar narkoba meskipun akan ada jaringan baru yang akan muncul. Akan tetapi agar menimbulkan efek jera bagi para pengedar lain yang memiliki niat serupa di Indonesia. Diharapkan dengan adanya langkah demikian pemerintah dapat mengurangi pengedaran narkoba dan menyelamatkan generasi bangsa dari penyalahgunaan narkoba.

    Nama : Lisa Regina Syahfriliani
    NPM : 2015510011
    Universitas Sahid Jakarta

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

11 + seventeen =

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami