Hukum

Jaksa Dakwa Dudung Rugikan Negara Rp 54,7 Milyar

BTN iklan

Jakarta, LEI – Jaksa penuntut umum Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendakwa mantan Direktur Utama PT Duta Graha Indah (DGI) Tbk, Dudung Purwadi, merugikan keuangan negara Rp
54.700.899.000 (Rp 54,7 milyar).

“Merugikan keuangan negara sebesar Rp 54.700.899.000,” kata Jaksa Penuntut Umum Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Ikhsan Fernandi, membacakan surat dakwaan terhadap Dudung di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Senin (31/7/2017).

Dudung merugikan keuangan negara sejumlah Rp 54,7 milyar itu karena melakukan perbuatan melawan hukum dalam proyek Wisma Atlet dan gedung serbaguna Provinsi Sumatera Selatan tahun 2010-2011 itu bersama-sama Rizal Abdullah selaku Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga Provinsi Sumatera Selatan dan Muhammad Nazaruddin.

Perbuatan Dudung itu dilakukan dengan cara melakukan pengaturan untuk memangkan PT DGI dan melakukan subkontrak pekerjaan utama dalam pelaksanaan proyek tersebut.

Menurut jaksa, Dudung melakukan perbuatan melawan hukum itu untuk memperkaya diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi. Adapun korporasi yang diuntungkan adalah PT DGI Tbk yang kini bernama PT Nusa Konstruksi Enjiniring (NKE) sejumlah Rp 42.717.417.289.

Selain memperkaya PT DGI yang kini bernama PT NKE itu, terdakwa Dudung juga memperkaya Muhammad Nazaruddin atau Permai Grup sebesar Rp 4.675.700.000, serta Rizal Abdullah sebesar Rp 500 juta.

Atas perbuatan itu, jaksa penuntut umum mendakwa Dudung melanggar dakwaan kedua primer, yakni Pasal 2 Ayat (1) juncto Pasal 18 Undan-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagimana diubah UU Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP.

Adapun dakwaan subsidernya, melanggar Pasal 3 juncto Pasal 18 UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagimana diubah UU Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP.

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

four + 20 =

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami