Hukum

Jaksa Enggan Sampaikan Kekurangan Berkas Firza Husein

BTN iklan

Jakarta, LEI – Jaksa peneliti dari Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta enggan menyampaikan secara detail syarat formil dan materil berkas perkara penyidikan tersangka Firza Husein yang harus dipenuhi penyidik Polda Metro Jaya.

Jaksa Agung Muda Pidana Umum (Jamapidum) Noor Rochmad di Kejaksaan Agung (Kejagung), Jakarta, Rabu (7/6/2017), hanya menyebutkan bahwa berkas perkara tersangka Firza belum memenuhi syarat formil dan materil.

“Materil ada sebagian, formil ada sebagian. Akan dibuat secara lengkap dan jelas oleh tim peneliti Kejati DKI,” kata Noor.

Syarat formil dan materil yang belum dipenuhi ini merupakan rahasia, sehingga tidak bisa disampaikan kepada publik. “Itu rahasia peneliti karena akan berpengaruh ke hasil penyidikan. Kasian juga nanti penyidik kalau sudah tahu duluan,” katanya.

Meski demikian, Noor sempat memberikan sedikit bocoran, bahwa syarat formil dan materil yang harus dipenuhi itu bisa keterangan saksi, ahli dan barang bukti.

“Formal dan material, hisa saksi, bisa ahli, [barang bukti] bisa juga. Itu lah ada kekurangan formal dan material. Ada barang bukti lima item disita,” katanya.

Namun Noor tidak mau menanggapi apakah keterangan saksi itu salah satunya Habib Rizieq Shihab. “Semuanya yang menyangkut formalistas dan material diberi petunjuk oleh jaksa peneliti. Saya nggak memberi rinci apa-apa, karena nanti akan berpengaruh hasil yang dikejar penyidik,” katanya.

Setelah menerima pengembalian berkas dan petunjuk dari jaksa peneliti Kejati DKI Jakarta, penyidik Polda Metro Jaya idealnya mengembalikan berkas perkaranya lagi dua pekan kemudian.

“Kalau di KUHAP dua minggu. Tapi kami toleran juga, barangkali kalau ternyata saksi yang ditambahi nggak bisa memenuhi panggilan, harus mundur juga,” kata Noor.

Penyidik Polda Metro Jaya menetapkan Firza Husein sebagai tersangka kasus dugaan video chat bermuatan konten pornografi dengan Imam Besar Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq Shihab.

Polisi menyangka Firza melanggar Pasal 4 Ayat (1) juncto Pasal 29 dan atau Pasal 6 juncto Pasal 32 dan atau Pasal 8 juncto Pasal 34 Undang Undang (UU) Nomor 44 Tahun 2008 tentang Pornografi dengan ancaman hukuman di atas lima tahun penjara.

Selain itu, penyidik mencegah Firza pergi ke luar negeri selama 6 bulan untuk keperluan penyidikan. “Tentunya penyidik mengajukan surat ini dengan harapan tersangka ini tidak bisa berpergian ke luar negeri,” kata Kombes Pol Raden Prabowo Argo Yuwono, Kabid Humas Polda Metro Jaya.

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

one × five =

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami