Hukum

Jaksa KPK Dakwa Aseng Suap 3 Legislator dan 1 Pejabat Kemen-PUPR

BTN iklan

Jakarta, LEI – Jaksa penuntut umum KPK mendakwa Komisaris PT Cahaya Mas Perkasa, So Kok Seng alias Aseng, menyuap 3 legislator dari Komisi V DPR RI dan Kepala Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) IX Maluku dan Maluku Utara, Amran HI Mustary.

“Terdakwa (Aseng) telah memberi atau menjanjikan sesuatu kepada pegawai negeri atau penyelenggara negara,” kata Jaksa Penuntut Umum KPK, Iskandar Marwanto, membacakan surat dakwaan terhadap terdakwa Aseng di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Senin (22/5/2017).

Tiga legislator Komisi V DPR RI itu yakni Damayanti Wisnu Putranti dari Fraksi Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan, Musa Zainuddin (F-Partai Kebangkitan Bangsa/PKB), dan Yudi Widiana Adia (F-Partai Keadilan Sejahtera/PKS).

Terdakwa Aseng menyuap para penyelenggara negara tersebut agar mereka mengupayakan sejumlah proyek dari program dana aspirasi DPR RI disalurkan untuk proyek pembangunan atau rekonstruksi jalan di Maluku dan Maluku Utara pada Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen PUPR).

Penyuapan juga bertujuan agar mereka menyepakati Aseng dan Abdul Khoir selaku Direktur PT Windhu Tunggal Utama menjadikan perusahaannya sebagai pelaksana proyek dari dana aspirasi para anggota Komisi V DPR RI di atas.

Menurut jaksa, Aseng dan Abdul Khoir masing-masing memberikan Rp 330 juta. Kemudian, Abdul Khoir menyerahkan US$ 72.727 kepada Damayanti melalui dua staf Damayanti, Dessy A Edwin dan Julia Prasetyarini di Kantor Kementerian PUPR. Penyerahan uang kepada Dessy dan Julia itu atas permintaan Damayanti untuk membiaya kampanye kepala daerah yang diusung oleh PDI-Perjuangan.

Selanjutnya, Aseng menitipkan uang komitmen fee untuk Musa kepada Khoir sejumlah Rp 4,4 milyar pada tanggal 16 November 2015. Khoir menyerahkan uang secara bertahap kepada Musa hingga mencapai Rp 8 milyar melalui staf Musa bernama Jailani.

Kemudian, Aseng memberikan uang kepada Yudi. Uang untuk program dana aspirasi tahun 2015 diserahkan staf Aseng kepada orang kepercayaan Yudi, Muhammad Kurniawan sejumlah Rp 2 milyar. Penyerahan uang dilakukan di Basement Hotel Alia, Cikini, Jakarta Pusat.

Setelah penyerahan itu, pada Mei 2015, Aseng kembali memberikan duit sisa komitmen fee senilai Rp 2 milyar dalam pecahan rupiah dan dolar Amerika Serikat (AS).

Sedangkan untuk usulan program dana aspirasi tahun 2016, Aseng memberikan Rp 2,5 milyar kepada Yudi melalui Kurniawan. Kemudian, Aseng menyerahkan uang sejumlah US$ 214,300 yang dibungkus goody bag kepada Kurniawan. Terakhir US$ 140.000.

Adapun suap untuk Amran, diberikan Aseng sejumlah Rp 2,5 milyar. Uang ini diberikan dengan uang dari sejumlah pengusaha, di antaranya Abdul Khoir selaku Direktur PT Windhu Tunggal Utama.

Jaksa KPK mendakwa Aseng melanggar Pasal 5 Ayat (1) huruf a atau Pasal 13 Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dalam UU No 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 juncto Pasal 65 Ayat (1) KUHP.

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami