Internasional

Janda Hitam Prancis Diadili Atas Pembunuhan Dua Pria Tua

BTN iklan

PARIS, Lei – Seorang perempuan Prancis yang mendapat julukan “Janda Hitam dari Riviera” (Black Widow of Riviera) karena diduga telah merayu dan meracuni para pria tua kaya telah dihadapkan ke pengadilan atas tuduhan pembunuhan yang dilakukannya di Nice.

Partricia Dagorn dituntut atas tuduhan meracuni dua orang pria yang ditemukan tewas pada 2011 di Cote d’Azur dan meracuni dua pria lainnya. Jaksa penuntut mengatakan, perempuan berusia 57 tahun itu berusaha untuk memperkaya dirinya dengan merayu pria-pria yang lebih tua yang kebanyakan ditemui melalui laman pencari teman kencan.

Sebelumnya Patricia telah menjalani hukuman lima tahun penjara karena kasus pencurian, penipuan dan pemencilan yang melibatkan seorang pria berusia lanjut di Alpen Prancis pada 2012. Pria itu setuju untuk tinggal bersama Patricia dengan imbalan hubungan seksual.

“Dia seperti sinar matahari di musim dingin Bila Anda bersama wanita yang lebih muda Anda tahu hubungan itu tidak akan bertahan, tetapi Anda tidak menyangkal diri Anda saat itu kecuali Anda seorang masokis,” kata Robert Vaux seorang pria berusia 91 tahun yang menjadi korban Patricia.

Kepolisian mulai mencurigai Patricia setelah menemukan jasad Michel Kneffel, seorang pria berusia 60 tahun yang tinggal bersama perempuan itu di sebuah hotel di Nice pada Juli 2011. Saat itu polisi tidak menuntut Patricia dengan tuduhan apa pun.

Namun, penyelidikan terhadap kasus itu kembali dibuka setahun kemudian setelah polisi menemukan botol valium dan dokumen pribadi milik lusinan pria lain di antara barang-barang milik Patricia. Dokumen-dokumen yang ditemukan termasuk detail rekening bank dan kartu asuransi kesehatan.

Penyelidik kemudian mengikuti petunjuk tersebut kepada kasus pembunuhan Francesco Filippone di Mouans-Sartoux, luar kota Cannes pada Februari 2011. Jasad pria berusia 85 tahun itu ditemukan di bathtubnya dalam keadaan telah membusuk.

Patricia diketahui telah menarik cek sebesar 21 ribu euro (sekira Rp343 juta)dari Filippone sebelum jasad pria mayat itu ditemukan. Kepada polisi, Patricia mengatakan bahwa uang itu adalah hadiah dari Filippone untuk membantunya membuka toko perhiasan.

“Dia membantah tuduhan terhadapnya secara keseluruhan, termasuk pencurian,” kata Georges Rimondi, salah seorang pengacara dari Patricia sebagaimana dilansir AsiaOne, Selasa (16/1/2018).

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

two × four =

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami