Liputan

Jangan Takut pada Konsekuensi Pasar Bebas Asia

BTN iklan

Jakarta, LEI/Antara – Ketua Badan Pemberdayaan Ekonomi Kerakyatan (BPEK) DPP PDIP Effendi Sianipar mengharapkan masyarakat Indonesia sebaiknya tidak perlu risau, apalagi sampai takut dengan masuknya TKA ke pasar Indonesia karena konsekuensi dari pemberlakuan pasar bebas di kawasan Asia.

“Tidak perlu takut dengan fenomena tenaga kerja asing (TKA) yang katanya membanjiri pasar Indonesia. Kita justru takut kalau bangsa ini tidak pintar dan bodoh,” kata Effendi Sianipar seusai pembukaan pelatihan manajer penggerak ekonomi kerakyatan di Cariu, Bogor, Jawa Barat, Rabu sore.

Acara yang diikuti oleh 100 orang staf anggota Fraksi PDIP DPR ini dibuka Ketua DPP PDI P Hendrawan Supratikno.

Menurut Effendi, masyarakat harus mampu menyikapi fenomena ini dengan semakin memperbaiki dan meningkatkan keterampilan atau skill masing-masing.

Lebih lanjut Effendi Sianipar menyatakan lewat pelatihan manajer penggerak ekonomi kerakyatan, PDIP melakukan pelatihan keterampilan kader-kadernya di sektor ekonomi kerakyatan di seluruh Indonesia. Karena pelatihan yang dilakukan meliputi pelatihan pembentukan dan pemberdayaan perkoperasian dan pelatihan kewirausahaan.

“Bagaimana membuat masyarakat semakin sejahtera dan terhindar dari kemiskinan dengan semakin sehatnya perekonomiannya,” kata anggota Komisi IV DPR ini.

Hal ini juga merupakan komitmen dari Ketua Umum DPP PDI P Megawati Soekarnoputri yang selalu ingin berjuang bersama rakyat dan memajukan kesejahteraan rakyat.

“Semua kader partai diperintahkan untuk selalu dekat pada masyarakat dan memberi kontribusi sesuai dengan tugasnya di partai yang bertujuan meningkatkan ekonomi kerakyatan,” kata Effendi Sianipar.

Sebagai badan otonom PDIP, BPEK merencanakan menggelar pelatihan manajer penggerak ekonomi kerakyatan 6 kali dalam setahun.

Pada kesempatan itu, Ketua DPP PDIP Hendrawan Supratikno menyatakan ditengah situasi perekonomian nasional akhir-akhir ini masih banyak program pemerintah yang belum direalisasikan.

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

2 Comments

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami