EntertainmentLifestyle

Jogja Air Show Kali Ini Diadakan dengan Skala Internasional

BTN iklan

SLEMAN. (LEI) – Kegiatan Jogja Air Show (JAS) kembali digelar pada 2017. Berbeda dengan tahun sebelumnya, kali ini JAS diselenggarakan di lima kabupaten/kota se-DIY dengan skala internasional.

Komandan Lanud Adi Sucipto, Marsma Pertama Novyan Samyoga optimistis kunjungan terhadap JAS akan meningkat lima kali lipat dari tahun lalu.

“Tahun lalu kami gelar hanya satu tempat pengunjungnya 50 ribu. Sekarang kali lima, ya sekitar 250 ribu pengunjung,” katanya saat ditemui pada pembukaan JAS di Komplek Candi Prambanan, Kamis (27/4).

Selain pertunjukan pesawat, yang menarik dari JAS kali ini adalah lokasinya, yakni di Candi Prambanan. Novyan mengatakan, banyak atlet yang tertarik menunjukkan kepiawaiannya di lokasi bersejarah tersebut. Terutama atlet-atlet internasional dari 18 negara yang baru pertama kalinya bergabung dengan JAS. Menurut Novyan, mereka lebih antusias dengan lokasi JAS dari pada kegiatannya.

Candi Prambanan sendiri merupakan lokasi kedua penyelenggaraan JAS, setelah Gunungkidul. Selanjutnya JAS akan dihelat di Kulonprogo, Malioboro, dan Pantai Depok Bantul. “Nanti di Malioboro akan ada Karnaval Dirgantara. Kami yakin pengunjungnya juga pasti banyak,” ujar Novyan.

Adapun JAS diselenggarakan sebagai salah satu upaya agar TNI AU bisa lebih dekat dengan masyarakat. Sebagai kegiatan utama pada Bulan Dirgantara, Novyan menjelaskan, JAS digelar di seluruh lapangan udara se-Indonesia.

Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Sleman Sumadi menyampaikan bahwa pihaknya mendukung penuh penyelenggaraan JAS. “Ini penting bagi kami. Karena ini merupakan kegiatan promosi pariwisata. Sehingga peserta yang ikut bisa melihat potensi wisata Sleman yang luar biasa,” katanya.

Hal serupa juga diungkapkan Direktur Utama (Dirut) Taman Wisata Candi (TWC) Borobudur Prambanan dan Ratu Boko, Edi Setijono. Menurutnya JAS merupakan kolaborasi dalam upaya pengembangan pariwisata Joglo Semar yang sudah dikembangkan sebelumnya.

“Ini juga bisa jadi promosi menuju target 2019 dengan tiga juta wisman (wisatawan manca negara),” katanya. Sebab dalam kesempatan kali ini banyak sekali penerbang dan atlet olahraga udara mancanegara yang datang mengunjungi Yogyakarta.

Pemecahan Rekor Muri jogja air show 2017
Pemecahan Rekor Muri (Foto: DETIK)

Memecahkan Rekor

Pada Rabu (26/4/2017). JIAS 2017 mencatatkan sejumlah rekor nasional Museum Rekor Indonesia (MURI). Salah satunya berupa penerbangan 1.000 pesawat aeromodelling outdoor hand launch glider (OHLG) serentak.

Diantara rekor-rekor yang sudah dicatatkan pada sesi pembukaan adalah Penerbangan 1.000 OHLG dilakukan siswa SMK Penerbangan Adisucipto Yogyakarta. Selain itu juga pencatatan rekor nasional terjun payung kerjasama big formation dengan 30 jumper gun yang diturunkan dari Pesawat C-130 Hercules.

Danlanud Adisutjipto, Marsma TNI Novyan Samyoga, menyebut memang banyak pemecahan rekor dalam pelaksanaan JIAS 2017 kali ini. Tidak hanya pembukaan JIAS di Lapter Gading Gunungkidul, namun juga pada sesi penutupan di Pantai Depok, Bantul, pada 30 April mendatang.

Di Pantai Depok, sebanyak 40 dari 100 penerjun payung akan melakukan formasi 7 detik di udara sebelum payung mengembang. Direncanakan JIAS 2017 memecahkan rekor MURI dengan jumlah penerjun terbanyak membuat big formation.

Novyan Samyoga juga mengatakan, tidak hanya pemecahan rekor yang membuat JIAS 2017 istimewa. 62 atlet terjun payung dari Malaysia, Filipina, Kanada, Rusia, Thailand, Norwegia, Prancis, Amerika, Belgia, dan Jerman, dipastikan berpartisipasi.

“Jogja Internasional Air Show tahun ini memang berbeda dibanding tahun sebelumnya. Kalau kemarin-kemarin hanya Jogja Air Show (JAS), pesertanya lokal. Kalau sekarang sudah internasional, sehingga kami bisa mendatangkan atlet dari 10 negara,” jelas Samyoga, Rabu (26/4/2017).

Perhelatan JIAS 2017 juga digelar merata di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Jika pada pelaksanaan JAS tahun-tahun sebelumnya acara hanya digelar satu tempat, JIAS 2017 dilangsungkan di beberapa tempat di DIY dari 26 hingga 30 April 2017.

Pembukaan JIAS 2017 dilangsungkan di Lapter Gading Gunungkidul, dilanjutkan acara berikutnya di Candi Prambanan Sleman pada 27 April, Alun-alun Wates Kulonprogo pada 28 April, Alun-alun Utara Yogyakarta pada 29 April. Sebagai puncaknya JIAS 2017 adalah penutupan di Lapter Pantai Depok.

JIAS 2017 menampilkan atraksi terjun payung, terbang lintas microlight banner, aeromodelling, penerbangan massal chuck glidder, solo aerobatic ptts 2C, the jupiters dipslay, pegasus heli aerobatic team, joyflight microlight, festival paralayang, lomba gantolle, lomba paramotor, dan demo paramotor.

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Articles

Close