Politik

Jokowi vs Prabowo Diprediksi akan Terjadi Lagi di 2019

BTN iklan

JAKARTA, (LEI) – Situasi politik Indonesia adalah bak fenomena gunung es, yang terlihat dipermukaan tenang-tenang saja. Tapi tidak ada yang tahu kondisi di bagian bawah. Semenjak Pilpres 2014 kemarin, publik seolah terbelah menjadi dua kubu, antara kubu Jokowi dan kubu Prabowo. Situasi politik seolah berangsur-angsur pulih membaik, tetapi siapa yang tahu di tahun 2019 nanti?

Indria Samego, Pengamat Politik dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) mengatakan bahwa tingginya angka ambang batas pengajuan calon presiden oleh partai politik akan memunculkan dua koalisi besar pada Pemilu 2019.

Munculnya dua koalisi besar itu, menurutnya, akan mengulangi lagi persaingan dua poros seperti Pemilu 2014. Hanya saja pada 2019 koalisi besar yang akan muncul adalah koalisi incumbent mengusung Joko Widodo (Jokowi) dan koalisi pengusung Prabowo Subianto.

“Hal ini akibat akibat dari keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang menetapkan ambang batas pengajuan presiden [presidential threshold] sebesar 20%,” ujarnya kepada wartawan, Rabu (24/1/2018).

Dia menambahkan bahwa besar kemungkinan tidak akan muncul tokoh selain dua tokoh yang berhadapan pada Pemilu 2014 itu, pada Pemilu 2019.

Gejala akan munculnya dua besar koalisi itu terlihat ketika Prabowo saat ini mendorong Gerindra beserta koalisinya, PKS dan PAN sekuat tenaga untuk memenangkan Pilkada Serentak 2018. Pasalnya, mereka yang menang pilkada akan mempunyai kewajiban moral untuk memenangkan Prabowo di Pilpres 2019.

“Makanya Prabowo tampaknya sekuat tenaga mendorong minimum Gerindra, maksimal koalisi bersama PKS dan PAN untuk memenangkan sebanyak-banyaknya dalam pilkada yang akan datang,” tutupnya.

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Articles

Close