HukumLiputan

Judi Online Perlu Judicial Review

BTN iklan

Kemudahan akses dan interaksi antar pengguna internet dan  dan kemajuan teknologi komputer berdampak nyata terhadap game online yang mengarah pada perjudian. Permainan ini melibatkan taruhan baik  dalam  bentuk barang berharga maupun  uang maya (e-money).  Hampir setiap orang mempunyai akses ke praktik taruhan ini karena dengan mudah mereka ditelurus melaui mesin pencari, atau situs judi ini akan muncul secara otomatis ketika seseorang menelusur informasi di Internet. Keberadaan Keberadaan Pasal 27 ayat 2 UU ITE dirasa kurang efektif, dan ini  mendorong berkumpulnya  para ahli hukum untuk  mengadakan  diskusi   dilaksanakan pada hari Selasa, tanggal 7 Februari,   di Jakarta. membahas judi online dari  berbagai perspektif dan kemungkinan legalisasi sebagai sumber pendapatan negara.

 

“Karena jumlah pelaku di Indonesia sangat banyak, regulasi pengaturnnya yang baik di Indonesia,” ujar Prof. Dr. Faisal Santiago, SH, MM, tentang Judi Online Ditinjau Dari Perspektif Hukum Administrasi Negara. “Ternyata judi online pasarnya itu hampir 70% dari Indonesia, ini juga harus diperhatikan agar mereka tidak sembunyi-sembunyi”, tandasnya`

 

Pelarangan judi di Indonesia menyebabkan penggemar judi di Indonesia   pergi ke luar negeri atau melakukan judi online.  Omset judi online  di Indonesia dikabarkan ada yang mencapai Rp 360 miliar per bulan, bahkan mungkin lebih besar  bisa triliunan rupiah. Dari bisnis sebesar itu pemerintah tidak mendapatkan keuntungan sepeser pun baik dari sisi perpajakan maupun dari sisi pendapatan lainnya mengingat aturan hukumnya saling tumpang tindih.

 

“Itu sebabnya saya memahami jika ada pihak yang ingin mengajukan judicial review terhadap UU No 7 Tahun 1974 tentang Penertiban Judi,” kata Dr. Wasis Susetio, SH, MH, MA.

 

Selain Faisal Santiago  dann Wasis Susetyo, para ahli yang ikut ambil bagian dalam diskusi  antara lainn    Prof. Dr. Ade Saptomo,   Ahmad Sofyan, Konsultan Pajak Dr. Menwih dan Praktisi Informasi Teknologi, Rama Yurindara. Dr. Zainal Arifin Hosen, SH, MH, tentang Judi Online Ditinjau dari Perspektif Hukum Islam. Dr. Fokky Fuad, SH, MH,  tentang Judi Online Ditinjau Dari Perspektif Antropologi Hukum. Dr. Zulfikri, Judi Online Ditinjau Dari Perspektif Hukum Pajak. Dalam diskusi ini hadir pula Mas Irwan, seorang pelaku game online yang memaparkan pengalamannya.

 

Untuk pengaturan atau legalisasi judi online perlu dipertimbangkan aspek sosial dan kebudayaan. Prof. Dr. Ade Saptomo memaparkan tradisi perjudian yang mempunyai sejarah panjang sehingga menjadi mitos dan mempunyai fungsi sosial, misalnya ketika orang mengadakan perhelatan  atau perayaan di perdesaan. Sejakan dengan itu Dr. Fokky Fuad, SH, MH memaparkan latar belakang sejarah tradisi perjudian di kalangan etnis Cina, yang diawali dengan eksodus dinasti Han setelah  keruntuhannya. Dinasti Han kalangan atas bermigrasi sampai ke Amerika dan Kanada, sementara kalangan yang lebih rendah berpindah ke ke Asia Tenggara (Nan Jiang). Golongan inilah yang menyebarkan tradisi judi di Asia Tenggara, termasuk Indonesia.

“Keuntungan  jika dilegalkan, uang warga negara Indonesia tidak lari ke luar negeri dan tetap menjadi devisa,  kerugiannya tentu kehilangan devisa, ini perlu pemikiran mendalam soal itu,” kata Prof Santiago. Diskusi ini menyimpulkan bahwa pengaturan perjudian saat ini tidak efektif dan perlu dilakukan Judicial Review (RW)

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

15 Comments

  1. Nah postingan kali ini sangat bermanfaat, saya sering berkunjung dan membaca postingan disini.
    Emang keren-keren kontennya. Salah satu blog yang recommended deh.

  2. Baru sempet baca postingan ini hari ini, dan ternyata kontennya menarik banget.

    Kayaknya aku akan sering mampir di mari, semangat update
    terus kontennya ya min.

  3. Baru sempet baca postingan ini hari ini, dan ternyata kontennya menarik banget.

    Kayaknya aku akan sering mampir di mari, semangat update terus kontennya ya min.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Articles

Close