Hukum

Junipa Beri Tenggat 6 Bulan Bagi Tehate & Trimanten

BTN iklan

Jakarta/lei – PT Tehate Putra Tunggal dan PT Trimanten Gemilang mendapat tenggat 6 bulan dari salah satu krediturnya, Junipa Pte Ltd, untuk mencari pembeli dari proyek litrik.

Tenggat 6 bulan itu dihitung setelah homologasi yang diketuk majelis hakim Pengadilan Niaga Jakarta Pusat pada 31 Mei 2017, sekaligus mengakhiri masa penundaan kewajiban pembayaran utang (PKPU).

Dengan begitu, rencana perdamaian telah mengikat secara hukum antara debitur dan para kreditur. Junipa menyatakan akan menagih keseriusan dari debitur untuk melaksanakan isi proposal perdamaian.

Kuasa hukum Junipa, Swandy Halim mengatakan pihaknya telah memberikan kesempatan kepada debitur untuk melanjutkan kembali usahanya (going concern) setelah PKPU berakhir.

Dia meminta perusahaan konstruksi listrik itu untuk mencari pembeli atas jaminan yang dipegang oleh Junipa. “Kalau tidak ketemu pembeli dalam 6 bulan, ya debitur kami anggap tidak bisa melaksanakan perjanjian perdamaian,” katanya kepada Bisnis, Kamis (15/6).

Swandy menuturkan harta yang dimiliki debitur bukan merupakan uang tunai melainkan proyek listrik berjalan dan jaminan. Oleh karena itu, perlakuan untuk aset tersebut harus dipastikan kapan ada calon pembeli.

Pasalnya, utang kepada kreditur akan dibayarkan berdasarkan penerimaan dari hasil proyek.

Swandy berujar batas waktu itu telah disesuaikan dengan kondisi industri infrastruktur dan properti yang masih melambat. Dengan begitu, pihaknya mengklaim masih memberi kelonggaran kepada debitur untuk mencari pembeli.

“Harapan kami, debitur masih dapat melanjutkan usahanya. Tetapi kami juga minta debitur berkomitmen atas janjinya,” kata Swandy.

Dalam proposal perdamaian yang dia terima, debitur menuliskan pembayaran utang dibagi menjadi dua tahap. Tahap pertama dibayarkan 65% setelah homologasi. Sementara itu, tahap kedua sebesar 35% dibayarkan setelah tahap pertama rampung.

Adapun Junipa memegang beberapa jaminan aset dan proyek listrik. Kendati begitu, Swandy tidak menjelaskan jaminan apa saja yang dikantongi.

PT Tehate Putra Tunggal dan PT Trimanten Gemilang dimohonkan PKPU oleh Junipa, anak usaha dari UOB Pte Ltd, atas utang Rp135,7 miliar. Perkara ini terdaftar dengan No. 76/Pdt.Sus-PKPU/2016/PN.Jkt.Pst.

Kasus ini turut menyeret Direktur PT Tehate Heru J. Juwono dan Edi Soebarkah sebagai debitur PKPU. Keduanya merupakan penjamin pribadi terhadap utang yang telah melepaskan hak-hak istimewanya.

Menaggapi, Direktur PT Tehate Putra Tunggal dan PT Trimanten Gemilang Heru J. Juwono siap untuk melaksanakan isi dari proposal perdamaian. “Kami optimistis dapat membayar kewajiban kepada para kreditur. Ini amanah,” katanya.

Dalam proposalnya, debitur menuliskan pembayaran utang kepada kreditur berasal dari proyek tender yang dikerjakan debitur dengan PT Perusahaan Listrik Negara (Persero).

Debitur tercatat memiliki lebih dari 100 proyek pembangkit listrik yang sedang dikerjakan dengan PLN. Atas poin ini, para kreditur pun juga telah melakukan peninjauan ke lapangan guna memastikan proyek tersebut berjalan lancar.

Selama proses restrukturisasi berlangsung, debitur tercatat mengantongi utang mencapai Rp1,6 triliun. Kreditur yang memegang tagihan terbesar yaitu PT Bank Permata Tbk. dan PT Bank CIMB Niaga Tbk. selaku kreditur separatis.

Masing-masing kreditur memegang tagihan Rp275,73 miliar dan Rp271,6 miliar.

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

4 Comments

  1. Your style is so unique compared to other folks I have read stuff from.

    Thank you for posting when you have the opportunity,
    Guess I’ll just bookmark this site.

  2. This is very interesting, You are a very skilled blogger.
    I have joined your rss feed and look forward to seeking more of your wonderful post.
    Also, I’ve shared your site in my social networks!

  3. Cialis Quand Acheter Misoprostol En Ligne Moin Cher [url=//cial20mgprice.com]cialis tablets for sale[/url] Buy Lexapro Online Us Pharmacy Cephalexin Oral Suspension Dosage Dog Cialis Laboratorio

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami