EntertainmentLifestyle

Justin Trudeau Tak Ingat Gerepe Reporter di Festival Musik

BTN iklan

Jakarta (LEI) – Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau pernah dituduh telah menggerepe seorang reporter di sebuah festival musik pada 2000 silam. Kini, ia membantah tuduhan itu, tak lama setelah isu tersebut mencuat kembali.

Melansir The Guardian, tuduhan ini mendominasi forum diskusi politik di Kanada beberapa waktu belakangan setelah itu kembali diangkat ke muka publik oleh seorang blogger bulan lalu.

Pada saat itu, Trudeau masih berusia 28 tahun dan berprofesi sebagai seorang guru. Ia menghadiri festival musik yang disponsori oleh sebuah perusahaan bir di British Columbia. Festival itu menggalang dana untuk mendukung kampanye peningkatan keamanan dari bencana longsor salju. Bencana itu telah menyebabkan saudara kandungnya, Michael, meninggal pada 1998.

Beberapa hari setelah acara itu, sebuah artikel anonim muncul di koran lokal Creston Valley Advance. Tulisan editorial itu menuduh Trudeau “menggerepe” dan “melakukan hal yang tak tepat” kepada seorang reporter wanita yang tengah bertugas meliput acara itu.

Sementara editorial tak memberikan informasi spesifik mengenai apa yang terjadi, tulisan itu mengklaim sang wanita merasa “tak dihormati secara terang-terangan” dan Trudeau telah meminta maaf atas tindakannya.

“Saya minta maaf,” tulis editorial itu menirukan respons, yang katanya, dari Trudeau kala itu. “Jika saya tahu Anda meliput untuk sebuah koran nasional, saya tidak akan terlalu blak-blakan.”

Pada Minggu (1/7), Trudeau ditanya mengenai tuduhan tersebut untuk pertama kalinya sejak menjadi perdana menteri Kanada.

“Saya mengingat baik hari itu di Creston,” ujarnya kepada para reporter.

“Saya menikmati hari itu dengan baik. Saya sama sekali tidak ingat interaksi negatif apapun hari itu,” imbuhnya.

Penerbit editorial koran yang bertugas kala itu, Valerie Bourne, baru-baru ini mengungkap kepada Canadian Broadcasting Corporation (CBC) bahwa dia mengingat betul sang reporter merasa “tertekan” setelah interaksinya dengan Trudeau.

“Ingatan saya soal perbincangan itu adalah bahwa dia datang kepada saya karena dia menjadi gelisah karena [interaksi dengan Trudeau] itu,” ujarnya.

Bourne percaya bahwa sang reporter tengah berbicara kepada Trudeau ketika Trudeau menyentuhnya. “Itu adalah sentuhan singkat. Saya tidak akan menggolongkan itu atau menyebut itu sebagai kekerasan seksual.”

Bourne menyebut editorial itu ditulis oleh seorang reporter. “Dia tidak suka atas apa yang terjadi. Dia tidak yakin bagaimana dia harus memprosesnya, karena tentu saja kita membicarakan [tentang] seseorang yang telah dikenal di komunitas Kanada,” katanya.

Editor kala itu, Brian Bell, mengaku percaya dengan pengakuan sang reporter. “Saya tidak ingat bahwa reporter itu menjadi trauma atau putus asa karena itu, namun yang jelas sentuhan fisik atau apapun yang terjadi saat itu adalah tidak diinginkan dan benar-benar tidak pantas.”

“Saya sangat percaya bahwa itu terjadi. Reporter ini adalah seseorang yang berkarakter tinggi menurut saya dan profesional dalam hal dia mengatur dirinya sendiri, dan tidak ada pertanyaan apapun di pikiran saya bahwa apapun yang disebut, ditulis di editorial itu, benar-benar terjadi,” paparnya kepada CBC.

Komentar Trudeau pada Minggu lalu menegaskan kembali pernyataan yang telah dibuat kantornya pada bulan lalu bahwa “Dia tidak berpikir telah melakukan interaksi negatif” di festival musik itu.

[cnn indonesia]

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami