Finansial

Kadin Rusia Fasilitasi Pengolahan Industri Perikanan di Indonesia

BTN iklan

Jakarta,  Lei, 22/5   -Primorsky Chamber of Commerce and Industri (Kamar Dagang dan Industri/Kadin) Rusia akan terus memberikan dukungan dan fasilitas terhadap minat para investor Rusia, khususnya dalam pengolahan industri perikanan karena Indonesia dinilai mempunyai stok atau cadangan ikan yang cukup besar.

Selain itu, ia juga berharap agar industri pariwisata kedua negara dapat dikembangkan guna meningkatkan hubungan investasi dan dagang dari kedua negara.

Keinginan peningkatan kerjasama investasi dan perdagangan khususnya dalam pengolahan industri perikanan, diwujudkan melalui Nota Kesepahaman (MoU) antara dua pimpinan Kadin Indonesia – Rusia, pekan lalu di Vladivostok Rusia, kata salah satu pimpinan Delegasi kunjungan kerja Kadin Daerah Khusus Ibu Kota Jakarta (Kadinda DKI) Muhammad Azhari kepada pers,  di Jakarta, Senin.

Muhammad Azhari anggota DPR Komisi VI periode 2009-2014 mengatakan, para pengusaha baik dari Indonesia dan Rusia yang tergabung dalam wadah Kadin itu sesungguhnya sudah lama ingin melakukan usaha peningkatan kerjasama bidang investasi dan perdagangan, namun baru pekan lalu kami melakukan kunjungan ke Vladivostok dan kedua organisasi itu sepekat melakukan MoU. “Para pengusaha Rusia melihat potensi dan stok ikan di Indonesia cukup besar, karenanya mereka ingin melakukan investasi dibidang pengolahannya,” kata Azhari.
Menurut Azhari, mengapa para investor Rusia tertarik menyasar disektor perikanan, karena di saat stok ikan secara skala dunia menurun, namun stok ikan di Indonesia justru naik. Hal tersebut karena sejak tidak adanya illegal fishing kemampuan ikan untuk beranak-pinak meningkat dan ikannya besar-besar, khusunya dari kawasan Timur Indoonesia.

Kini di Indonesia tidak ada illegal fishing lagi sehingga stok ikan meningkat. Sebelum tahun 2014 stok ikan hanya mencapai 6,5 juta ton, tahun 2015 naik menjadi 7,3 juta ton dan di tahun 2016 stok ikan mencapau 9,9 juta ton. Tahun ini diperkirakan tembus di atas 10 juta ton dimana jumlah itu belum pernah tercapai, katanya.
Setelah pemerintah tegas bersikap memerangi illegal fishing, kemudian diteliti ternyata stok ikan di Indonesia bagus-baguus dan terus mengalami kenaikan sehingga hal itu perlu dikanalisasi oleh Kadin DKI agar para nelayan dapat meningkatkan pendapatannya.

Forum bisnis yang di organisasi oleh House of Indonesia in Russian Far East pimpinan Olga Bagryantseva, dihadiri Ketua Kadinda DKI Eddi Kuntadi, dan kadin Rusia boris V. Stupnitsky, kata Azhari, seraya menambahkan, kegiatan ini baru pertama kali diadakan dan dihadiri kalangan pejabat setempat, pengusaha dan akademisi dari Priomorskiy Kray.
Rombongan dari Indonesia hadir juga Bupati Bondowoso Amin Said Husni, Bupati Sidoarjo SaifulIlah, Kepala Dinas Penanaman Modal dan PTSP Provinsi Jawa Timur LiliSoleh Wartadipraja, dan Ketua Umum Kadin DKI Jakarta Eddy Kuntadi.
Ia juga mengatakan, forum bisnis ini diharapkan menjadi langkah penting mempromosikan keunggulan ekonomi lndonesia, memperkenalkan berbagai paket kebijakan pemerintah lndonesia di bidang investasi dan perdagangan luar negeri dan semakin mendekatkan pelaku bisnis dari Indonesia dengan mitranya di Rusia, khususnya di wilayah Timur Jauh.
Azhari juga mengutip pernyataan gubernur Primorsky yang menyebutkan, ia sering berkunjung ke Indonesia khususnya Bali. Oleh karenanya, ia berharap agar sektor pariwisata juga dikembangkan melalui promosi ke Rusia karena tidak semua wisatawan Rusia faham terhadap keelokan pulau Dewata Bali itu.
“Sektor pari wisata di Indonesia khususnya di Basli luar biasa pesatnya, karenanya, ia meminta para agen travel wisata Indonesia terus melakukan promosi ke Rusia agar para wiasatawan Rusia lebih tertarik berkunjung ke Indonesia,” kata Vladimiir Miklushevsky, seperti dikutip Azhari.

Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami