EntertainmentLifestyle

Kala Nonton ‘212’ Sesulit Dapat Tiket ‘Avengers Infinity War’

BTN iklan

Jakarta (LEI) – Di tengah keriuhan layar bioskop yang dipenuhi Avengers: Infinity War, sejumlah penonton di beberapa bioskop datang bukan untuk menonton pertarungan akbar superhero Marvel tersebut.

Mereka justru datang untuk menyaksikan film 212 The Power of Love, film yang digarap dan didukung oleh alumni aksi 2 Desember 2016 atau dikenal dengan 212.

Film itu menarik perhatian, apa lagi kalau bukan mengingat kontennya yang berlatar aksi atas nama agama terbesar dalam beberapa tahun terakhir. Pun dengan nuansa politis yang kental di sekeliling aksi tersebut.

Namun film ini bukan tentang politik maupun kekuasaan di tahun politik. Film ini, menurut resensi resminya, mengisahkan perjalanan spiritual seorang jurnalis akan agama dan konflik keluarga yang ia alami, berlatar aksi 2 Desember 2016.

Memiliki latar momentum yang sudah dikenal dan basis massa yang sudah tercipta jadi modal tersendiri bagi film ini.

Hal ini terbukti dari upaya memantau penjualan tiket film 212 The Power of Love di hari pertamanya, Rabu (9/5). Film ini laris diserbu penonton meski mendapat jatah layar yang amat sedikit.

Di Jakarta, film 212 hanya ditayangkan di sejumlah tempat. Jaringan bioskop Cinema XXI menayangkan film ini hanya pada tiga layar di tiga lokasi, yaitu Bassura, Blok M Square, dan Daan Mogot. Ketiganya tak ada lagi bangku tersedia karena ludes hingga jam penayangan terakhir.

Sempat berpindah lokasi hingga ke Tangerang, pun tak ada lagi bangku tersisa untuk dipesan menonton film ini. Di kota satelit Jakarta itu, 212 The Power of Love hanya ditayangkan di Bintaro XXI dengan satu layar dalam lima jam tayang.

Kondisi ini mengingatkan akan perjuangan mendapatkan tiket menonton Avengers: Infinity War di pekan premiernya.

Jaringan CGV juga memiliki sejumlah lokasi sebagai tempat penayangan 212 The Power of Love. Sebagian besar terpantau juga laris manis. Film ini kemudian baru dapat disaksikan di jaringan CGV di AEON Mall Cakung.

Secara keseluruhan di Indonesia, 212 The Power of Love hanya mendapatkan 135 layar di tiga jaringan bioskop terbesar, Cinema XXI, CGV, dan Cinemaxx.

Memantau dari laman resmi Cinema XXI, jaringan bioskop terbesar dengan kepemilikan 970 dari 1.578 layar lebar di Indonesia itu hanya memberikan 80 layar pada film 212 di 25 kota. Jakarta jadi kota dengan layar terbanyak.

Jaringan Cinemaxx yang dimiliki oleh Lippo Group diketahui memberikan 22 layar untuk film 212. Sedangkan CGV Blitz yang dimiliki oleh investor Korea Selatan memberikan layar terbanyak untuk 212, yaitu 83 layar di 31 lokasi bioskop mereka.

Dari pengamatan penonton yang ikut menonton di hari pertama penayangan film, penonton 212 The Power of Love kebanyakan adalah kelompok agamis, meski tak semua berlabel sama.

Tanpa bermaksud mengotak-ngotakkan, terlihat massa ibu-ibu berhijab memenuhi bioskop di Jakarta Timur. Saking antusiasnya menonton mereka bahkan melupakan aturan bioskop untuk tidak memotret atau merekam apa pun di dalam ruangan.

Itu berhubungan dengan pesan teks viral yang meminta umat Islam menonton film itu di hari pertama penayangan agar tak langsung diturunkan bioskop atas nama bisnis.

Kejadian itu memang pernah menimpa film yang dibintangi Oka Antara, Mencari Hilal. Film berlatar agama itu hanya bertahan sepekan di bioskop karena jumlah penontonnya sedikit, meski kualitas filmnya apik. Garapan sutradara Ismael Basbeth itu bahkan berlaga di Tokyo International Film Festival pada 2015.

Seakan tak ingin mengulangi kesalahan itu, pendukung 212 The Power of Love pun mengimbau umat Muslim menonton film di bioskop pada hari perdana. Imbauan yang terbukti sukses. [cnn indonesia]

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

Related Articles

Close