InternasionalPolitik

Kamala Harris Wanita Pertama keturunan darah Asia-Afrika-Amerika yang menjadi Wakli Presiden Amerika

BTN iklan

LEI, Jakarta- Kamala Harris, perempuan pertama yang menjadi wakil presiden, akan mengangkat stafnya dan belajar lebih banyak tentang perannya dari pemerintahan sebelumnya.

Wakil presiden bekerja di Gedung Putih di Sayap Barat, tetapi mereka tidak tinggal di sana. Sudah menjadi tradisi bahwa mereka tinggal di halaman US Naval Observatory yang terletak di barat laut kota, sekitar 10 menit berkendara dari Gedung Putih.
Senator yang berusia 55 tahun dari California itu pada awalnya membidik Gedung Putih untuk menjadi presiden untuk menghadapi Donald Trump.

Namun ia kalah dalam upayanya itu dari Joe Biden yang kemudian memintanya untuk mendampinginya menjadi wakil presiden.

Kamala Harris mengunggah melalui Twitter saat ia menelepon Joe Biden dengan mengatakan, “Kita berhasil Joe, Anda akan menjadi presiden Amerika Serikat berikutnya.”
Setahun yang lalu, senator California itu menonjol setelah menampilkan performa debat yang kuat. Ia juga melontarkan kritik pedas terhadap saingannya Joe Biden. Namun, pada akhir 2019, kampanyenya terhenti.
Sekarang, Harris, perempuan berusia 55 tahun itu terpilih sebagai wakil presiden mendampingi Joe Biden.

Berikut profil Kamala Harris dalam perjuangannya untuk bekerja di Gedung Putih.

Dia berkuliah di Howard University, salah satu perguruan tinggi dan universitas kulit hitam terkemuka di AS. Pengalaman itu dia gambarkan sebagai salah satu yang paling membentuk dirinya.

Harris mengatakan dia selalu nyaman dengan identitasnya dan hanya menggambarkan dirinya sebagai “orang Amerika”.

Pada 2019, dia mengatakan kepada Washington Post bahwa politisi tidak perlu masuk ke dalam satu kategori karena warna kulit atau latar belakang mereka.

“Maksud saya adalah: Saya adalah saya. Saya baik-baik saja dengan itu. Anda mungkin perlu berusaha memahami itu, tapi saya baik-baik saja dengan itu,” katanya.

Mendaki jabatan hukum

Setelah empat tahun di Howard, Harris mendapatkan gelar hukumnya di Universitas California, Hastings, dan memulai karirnya di Kantor Kejaksaan Distrik Alameda County.

Dia menjadi jaksa wilayah – jaksa tertinggi – untuk San Francisco pada tahun 2003, sebelum terpilih sebagai perempuan pertama dan orang Afrika-Amerika pertama yang menjabat sebagai jaksa agung California, pejabat penegak hukum tertinggi di negara bagian terpadat di Amerika itu.

Dalam dua periode masa jabatannya sebagai jaksa agung, Harris mendapatkan reputasi sebagai salah satu bintang Partai Demokrat yang sedang naik daun.

Momentum ini digunakannya untuk mendorong pemilihannya sebagai senator junior AS di California pada tahun 2017.

Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami