Hukum

Kapolri: Saksi Kunci Kasus Novel Awalnya Mungkin Ketakutan

BTN iklan

Jakarta, LEI – Penyidik Polda Metro Jaya baru menemukan dan memeriksa saksi kunci kasus penyiraman air keras terhadap penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan, karena awalnya mereka tertutup dan kemungkinan ketakutan.

“Saksi baru didapatkan sekarang karena banyak yang tertutup. Mungkin mereka takut. Saya sering alami saksi di bidang kekerasan misalnya takut muncul karena takut jadi target juga,” kata Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian di Jakarta, Senin (19/6).

Lain hanya jika saksi kunci itu dari pihak keluarga korban, baru dia akan menyampaikannya sebagai rasa kepedulian dan ikatan kekeluargaan. “Kecuali kalangan keluarga, baru peduli. Karena banyak yang pikir itu bukan urusan saya, mengapa saya mau ambil risiko,” katanya.

Polisi baru mendapatkan saksi kunci kasus ini setelah bekerja cukup keras, yakni mendatangi satu per satu warga untuk meminta keterangan soal kejadian yang menimpa Novel.

“Kita tim datangi orang per orang, RT per RT. Akhirnya ketemu saksi-saksi itu. Saya apresiasi tim saya di lapangan. Dan terima kasih ke saksi. Tapi untuk keselamatan, saya nggak bisa sampaikan siapa saksi itu,” ujar Tito.

Tito mengakatan, dengan keterangan saksi kunci tersebut, maka pihak kepolisian mempunyai informasi yang sangat berharga. “Saksi yang melihat kejadian, saksi tersebut sangat penting karena dia yang melihat,” katanya.

Polri sudah menyampaikan progres penanganan kasus ini kepada pimpinan KPK. “Minggu lalu kami sudah koordinasi dengan pak ketua [KPK]. Tadi tim sudah jelaskan mengenai progres trakhir mengenia 56 saksi yang telah diperiksa dan juga saksi yang melihat kejadian,” uajar Tito.

Saksi kunci ini melihat kejadian tersebut, termasuk ciri-ciri fisik pelaku penyiraman air keras. “Kalau ini saksi yang lihat saat kejadian. Saksi ini lihat tipologi pelakunya, karakternya seperti apa dan lain-lain,” katanya.

Tito mengharapkan dengan adanya keterangan saksi kunci tersebut, pihaknya bisa segera mengungkap pelaku dan dalang penyiraman air keras terhadap Novel.

“Jalan bagi kita agar kasus ini cepat terungkap, karena bagi kami, ini [kasus penyiraman air keras terhadap Novel] utang bagi kepolisian,” katanya.

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami