Hukum

Karena Ketua PT Manado Ditangkap KPK, MA Copot Dirjen Badilum

BTN iklan

JAKARTA, (LEI) – Mahkamah Agung (MA) akhirnya memutuskan untuk copot Dirjen Badan Peradilan Umum (Badilum) Harry Swantoro. Hal ini dilakukan sebagai buntut tertangkapnya Ketua Pengadilan Tinggi (PT) Manado Sudiwardono.

“Benar,” konfirmasi Ketua Muda MA bidang Pengawasan hakim agung Sunarto. Dia membenarkan soal pencopotan Harry, pada Senin (9/10). Setelah dicopot, Harry akan diperiksa MA secara maraton. Harry nantinya dimintai keterangan soal tanggung jawab terhadap anak buahnya yang masih berperilaku koruptif.

“Pukul 10.00 WIB akan dilakukan pemeriksaan,” Sunarto menjelaskan.

MA telah membentuk tim pemeriksa, yang terdiri:

1. Ketua Muda MA hakim agung Sunarto
2. Hakim agung Purwosusilo, selaku anggota
3. Hakim agung Ibrahim, selaku anggota
4. Inspektur Wilayah Bawas Abdullah Sulaiman, selaku sekretaris tim pemeriksa

Hal ini mendapat respon dari Ketua APPTHI (Asosiasi Pimpinan Perguruan Tinggi Hukum Indonesia), Dr.St Laksanto Utomo, SH.MH. “Saya kira tidak cukup bila setingkat Badilum dicopot,” ujarnya.

“Mengapa? karena Ketua Pengadilan Tinggi Manado membawahi 30 Pengadilan Negeri. Nah, hal ini merupakan tanggung jawab ketua MA RI, kami (APPTHI) cenderung mendukung langkah-langkah yang ditawarkan Hakim Agung Prof. Gayus Lumbuun”, jelas Ketua APPTHI.

Sudiwardono ditangkap KPK karena menerima sejumlah uang dari anggota DPR, Aditya Anugrah Moha, sebesar SGD 64 ribu, dari total Rp 1 miliar yang dijanjikan. Tujuannya agar ibu Aditya, Marlina, divonis bebas dari hukuman 5 tahun penjara dalam kasus korupsi. Sudiwardono juga tidak menahan Marlina sesuai dengan kesepakatan.

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami