Hukum

Kartel Sepeda Motor: Yamaha Ngaku Tak Sesuaikan Harga dengan Honda

BTN iklan

JAKARTA/Lei —PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing mengaku tidak pernah menyesuaikan harga motor skuter matik dengan produk PT Astra Honda Motor.

Adapun perusahaan mengklaim tidak pernah menyerahkan data penyesuaian harga ke pihak kompetitor manapun.

E-mail internal yang dikirim Presiden Direktur PT YIMM kepada Executive Vice President pada April 2014 ini menjadi salah satu bukti kunci KPPU.

Bukti tersebut diduga menjadi asal muasal persekongkolan kartel PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) dan PT Astra Honda Motor (AHM).

Kedua produsen motor tersebut diduga melanggar Pasal 5 Ayat 1 UU Nomor 5/1999 tentang Larangan Praktik Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat.

Surel tersebut berisi tentang keluhan dan permintan Presdir kepada Vice President untuk mengikuti kenaikan harga Honda.

Executive Vice President PT Yamaha Motor Manufaturing Indonesia Dyonsius Beti mengatakan selaku penerima email, dia tidak pernah menindaklanjuti perintah dari Presdir.

Pasalnya, permintaan untuk menyesuaikan harga bukanlah tanggung jawab dari presdir. Dengan begitu, dia bersama timnya di marketing management group tidak memenuhi perintah dari presdir yang tercantum pada e-mail.

“Kami tidak memberi jawaban apapun terhadap email yang dikirim oleh Yoichiro Kojima [presdir PT YIMM], apalagi mem-follow up ke kompetitor,” katanya saat persidangan di Komisi Pengawas Persaingan Usaha, Selasa (22/11).

Assistant General Manager PT YIMM Masykur menegaskan Presdir tidak memiliki kapasitas menyuruh Vice President untuk menyesuaikan harga dengan kompetitor. Oleh karena itu, bukti email yang dimiliki KPPU tidak pernah ditanggapi oleh VP dan tim marketingnya.

Menurutnya, Presdir tidak memiliki hak prerogatif untuk mencampuri urusan tim marketing. Email yang dikirim ke VP hanya bertujuan untuk membagi informasi terkait harga kompetitor.

“Email hanya menyampaikan brand value Yamaha tidak kalah dengan kualitas kompetitor. Jadi, harusnya harganya lebih atau sama dengan kompetitor [PT AHM],” katanya kepada Bisnis.

Intinya, lanjut dia, pihaknya menolak bersepakat atau kongkalingkong dengan PT AHM untuk menaikkan harga motor skuter matik.

Investigator KPPU Helmi Nurjamil mengatakan saksi yang dihadirkan oleh otoritas persaingan usaha ini didatangkan untuk mengungkap pelanggaran persaingan usaha.

Dari pernyataan saksi, diharapkan dapat diketahui motif PT YIMM sebagai terlapor I dalam surat elektronik yang melibatkan PT AHM.

Selain itu, saksi diharapkan mampu menjelaskan tentang kenaikan harga motor skuter matik sebanyak lima kali dalam kurun 2013-2014. Padahal, kenaikan harga merek pesaingnya hanya dilakukan maksimal dua kali dalam setahun.

Sebelumnya, investigator telah menghadirkan berbagai saksi dari produsen sepeda motor, antara lain Kawasaki, Suzuki dan TVS. Mereka dihadirkan untuk mengorek informasi tetang industri sepeda motor secara umum di Indonesia.

Perlihatkan Lebih

18 Komentar

  1. Greetings! I know this is kinda off topic however ,
    I’d figured I’d ask. Would you be interested in trading links or maybe guest
    writing a blog article or vice-versa? My website addresses a lot of
    the same subjects as yours and I feel we could greatly benefit from
    each other. If you might be interested feel free to shoot me an e-mail.
    I look forward to hearing from you! Wonderful blog by the way!

  2. Please let me know if you’re looking for a writer for
    your weblog. You have some really great articles and I think I would be a good asset.
    If you ever want to take some of the load off,
    I’d really like to write some material for your blog in exchange for a link
    back to mine. Please blast me an e-mail if interested. Regards!

  3. I’m amazed, I have to admit. Rarely do I come across a blog that’s both educative and interesting, and without a doubt, you have hit the nail on the head.
    The issue is an issue that not enough people are speaking intelligently
    about. I am very happy I found this in my hunt for something relating to this.

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami