HEADLINESNasional

Kartini Kendeng Ngalungi Indonesia

BTN iklan
  • Pangkur :

Kartini Kendheng tan pegat
Ngelingake kang padha duwe janji
Mrih slamet Pertiwinipun
Kang paring sandhang boga
KLHS kang nyata sampun kasusun
Mrih lestarine lingkungan
Janji kudu diugemi

Makna tembang : Kartini Kendeng tidak pernah putus untuk mengingatkan kepada semua yang mempunyai janji, untuk keselamatan Pertiwi yang telah mencukupi sandang dan pangan. KLHS yang telah disusun, harus dipegang teguh dan dijalankan demi kelestarian lingkungan.

Jumat, 12 April 2019, Petani Kendeng yang tergabung dalam JM-PPK yang berada di wilayah Desa Tegaldowo dan Desa Timbrangan,Kec. Gunem,Kab. Rembang mengadakan ritual “ngalungi sapi” (kalau di petani Kendeng yang ada Kabupaten Pati ritual ini disebut “gumbregan” ) sebagai wujud rasa syukur pada Yang Maha Esa atas berkatNYA.

Sapi atau kerbau menjadi salah satu hewan ternak yang membantu dalam proses bertani khususnya bagi masyarakat desa Tegaldowo dan desa Timbrangan. Ritual merawat dan memandikan sapi sebagai bentuk terima kasih PETANI. Begitu erat hubungan batin antara manusia dengan IBU BUMI beserta seluruh makhluk ciptaan Gusti senantiasa dipelihara masyarakat Kendeng. Bagi petani Kendeng, kelestarian budaya dan alam tidak bisa dipisahkan. Tanpa alam yang lestari dan tanpa budaya adiluhung yang terus terpelihara, maka musnahlah peradaban manusia. Manusia yang adil dan beradab akan tercipta jika memiliki rasa bersyukur pada Sang Maha Pencipta atas seluruh karya agungNYA terus menerus dipelihara dan dijaga kelestariannya.

Hari ini tanggal 12 april 2019 tepat 2 tahun (12 April 2017 yang lalu) dikeluarkannya rekomendasi dari tim ahli KLHS (Kajian Lingkungan Hidup Strategis) atas wilayah Pegunungan Kendeng khususnya yang berada di wilayah Cekungan Air Tanah (CAT) Watuputih Rembang. KLHS KENDENG meliputi wilayah 2 Propinsi yaitu Jawa Timur (Kab. Lamongan, Kab. Bojonegoro, Kab. Tuban) serta Jawa Tengah (Kab. Rembang, Kab. Blora, Kab. Grobogan dan kab. Pati) merupakan perintah Presiden RI yang lahir saat bertemu PETANI Kendeng pada tanggal 2 Agustus 2016 di ISTANA NEGARA JAKARTA. Buah perjuangan yang panjang dan membutuhkan energi yang besar, dijawab positif oleh Negara. Dalam hal ini Presiden RI selaku PEMIMPIN TERTINGGI di negeri ini. Begitu besar harapan petani Kendeng bahwa Pemerintah serius memperhatikan masa depan Peg. Kendeng, masa depan anak cucu kita semua dan masa depan negeri ini. Kenapa ??? Karena kelestarian Kendeng adalah hal yang mutlak harus dilakukan dan dilindungi.

Pegunungan Kendeng adalah Pegunungan kapur Purba, yang mempunyai fungsi yang sangat vital. Sebagai tempat penyerap gas Karbondioksida (CO₂) dua kali lipat dari pepohonan, sebagai tempat resapam dan penyimpan air, yang menjadi sungai bawah tanah. Didalamnya juga terdapat ribuan sumber mata air sebagai sumber kehidupan dan penghidupan, kaya akan situs-situs budaya luhur negeri ini, kaya akan keanekaragaman hayati yang harus tetap terpelihara demi terjaganya keseimbangan ekosistem. Tanpa ekosistem yang seimbang, maka bencana besar ekologis di depan mata, dan rakyatlah yang akan pertama menanggung dampak semua itu.

Hingga sampai saat ini rekomendasi hasil KLHS Kendeng satupun belum dijalankan oleh pemangku negeri ini baik pusat maupun daerah. Bahwa, dasar operasi PT Semen Indonesia di Rembang banyak melakukan pelanggaran dan hasil rekomendasi KLHS Kendeng tidak patuhi sama sekali. Bagi kami, sampai kapanpun akan terus memperjuangkan kelestarian Pegunungan Kendeng, terus menolak keberadaan industri semen dan penambangan batu kapur di Pegunungan Kendeng. Karena kami tidak hanya memikirkan masa depan pertanian kami. Tetapi, kami juga memikirkan masa depan seluruh makhluk hidup yang ada di dalam Peg. Kendeng dan masa depan anak cucu kita semua. Air yang mengalir dari ribuan sumber mata air yang ada di Kendeng tidak hanya dinikmati oleh petani Kendeng. TANPA AIR, MUSNAHLAH KEHIDUPAN INI.

Dalam masa saat ini, dimana suara rakyat sangat dibutuhkan dalam proses pemilu. Kami mengingatkan seluruh pihak yang sedang berkontestasi, baik calon presiden dan calon wakil presiden maupun seluruh partai politik, calon anggota dewan baik DPRD maupun DPR serta calon anggota DPD, bahwa suara rakyat bukan untuk “dibeli” dengan janji-janji kosong tanpa realisasi keberpihakkan pada kepentingan rakyat. Saat belum menjabat, janji itu memang mudah untuk diucapkan, tetapi begitu telah menjabat, maka kepentingan rakyat banyak menjadi yang paling belakang. Rakyat selalu ingin yang terbaik bagi negeri ini. Pembangunan yang berkelanjutan (tidak menghancurkan sumber daya alam dengan membabi buta). Pembangunan yang tidak meminggirkan rakyat (masyarakat adat/pedalaman). Pembangunan yang berkeadilan. Pembangunan yang tidak mencerabut jati diri bangsa sebagai bangsa agraris dan maritim. Pembangunan yang menuju kepada kemandirian bangsa.

Kami mengetuk hati nurani seluruh pihak yang berkontestasi, sudahkah menempatkan kepentingan rakyat di atas segala-galanya? Sudahkah semboyan bahwa “SUARA RAKYAT ADALAH SUARA TUHAN” ada di dalam benak hati masing-masing calon? Taruhannya bukan hanya 5 tahunan, tetapi seumur hidup rakyat yang akan menanggung beban jika salah dalam mengambil kebijakkan. Rakyatlah yang hidup di gunung-gunung, di desa-desa, di sepanjang pesisir pantai, di sudut-sudut kota yang padat dan pengab. Jika banjir melanda, longsor tejadi, kekeringan melanda, rakyatlah yang pertama menjadi korban. Berpikirlah sejenak untuk MENJADI RAKYAT.

Kami KARTINI KENDENG mengajak semua elemen rakyat Indonesia, terutama perempuan kita kobarkan semangat IBU KITA KARTINI dengan MENANAM dan MERAWAT IBU BUMI. Agar anak cucu kita kelak bisa menikmati lingkungan yang lestari.

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Articles

Close