Kesehatan

Kebiasaan Mengisap Jempol Beresiko Bagi Rahang si Bayi

BTN iklan

Jakarta/Lei- Secara alamiah, hampir setiap bayi akan mengisap jempol atau jemarinya. Ini sesuatu yang akan membuat mereka merasa nyaman dan tenang. Kendati demikian, jika kebiasaan ini sampai berlarut akan menyebbakan perubahan pada rahang. Dampak selanjutnya mulut tidak bisa mengatup sempurna.

Dokter gigi Melisa mengatakan masa anak-anak adalah masa pertumbuhan. Termasuk di dalamnya masa pembentukan tulang dan susunan gigi.

“Kalau mereka punya kebiasaan mengisap jempol, selain risiko jempol yang menjadi lebih gepeng dibanding jari lainnya, gigi dan tulang rahangnya pun kelak akan terbentuk seperti jempol,” kata Melisa yang sehari-hari praktik di Bogor Dental Center ini.

Melisa menyarankan kepada para orang tua untuk segera menghentikan jika baya mulai saat mengisap jempol. “Segera bantu mereka untuk berhenti,” dia mengajurkan.

Kenapa harus dihentikan?  Karena jika tulang rahang sudah telanjur berubah bentuk atau tidak tumbuh dengan semestinya, akan sulit diatasi. “Penyelesaiannya hanya bisa dengan kawat gigi saat gigi tetapnya sudah tumbuh, sekitar usia 13 atau 14 tahun,” kata Melisa.

Tetapi pemakaian kawat itu pun pun hanya mengubah susunan giginya saja, bukan memperbaiki rahang. “Kondisi ini, kan disebutnya open bite atau tidak bisa merapatkan gigi. Jadi kalau pakai kawat, itu hanya menggeser-geser giginya supaya bisa gigit atau bagian atas dan bawahnya rapat saat dikatupkan,” kata Melisa

Lebih lanjut dokter gigi Melisa mengingatkan, open bite tidak hanya disebabkan kebiasaan mengisap jempol. “Penyebab lainnya, antara lain kebiasaan pakai empeng, mengemut selimut. Sedang kalau orang dewasa mengigit kuku, pulpen, atau kuaci. Kebiasaan mengisap bibir sendiri juga bisa menjadi penyebab.” (tempo)

Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Articles

Close