Opini

Kecelakaan Maut di Jalan Raya Puncak Menurut Perspektif Ahli Hukum

BTN iklan

CIANJUR, (LEI) – Bus Pariwisata Kitrans mengalami kecelakaan beruntun di Jalan Raya Puncak, Desa Ciloto, Cipanas, Cianjur, Jawa Barat sekitar pukul 10.30 WIB, Minggu (30/4/2017). 8 orang tewas akibat kecelakaan tersebut.

Berdasarkan keterangan dari Satlantas Polres Cianjur dan saksi mata ada 4 kendaraan roda 4 yang terlibat kecelakaan. Kendaraan yang terlibat adalah bus, mobil Avanza, mobil angkot, mobil pikap dan motor.

Bus berwarna putih terlihat terguling ke perkebunan milik warga. Sedangkan bagian depan Avanza silver rusak parah. Angkot juga mengalami rusak yang cukup parah, tampak bagian belakang angkutan umum berwarna kuning pink penyok.
Serta mobil pikap yang terguling.

“Ada empat kendaraan yaitu Bus Kitrans bernomor polisi B 7058 BGA, Avanza Silver B 1608 BKV, sebuah Pickup, Avanza serta beberapa motor,” jelas Kasatlantas Erik.

Kecelakaan tersebut sempat membuat lalu lintas Puncak tepatnya di depan RM Bumi Aki arah Jakarta dan Cianjur macet parah.

Dr. St. Laksanto Utomo, SH., MH., peneliti LSHI Jakarta, mengatakan bahwa keteledoran kecelakaan yang merenggut jiwa tak bersalah oleh kendaraan dan angkutan umum, bukan atau tidak tanggung jawab pengemudi semata. Tetapi menjadi tanggung jawab pemilik dan pengusaha kendaraan, karena telah dengan sengaja menggunakan atau menyuruh gunakan pengemudi atas kendaraan yang tidak memenuhi syarat, misal: rem yang tidak memenuhi syarat, menggunakan ban kampas dan lainnya sehingga membahayakan penumpang atau kendaraan lain.

Maka pemilik atau pengusaha otobis selayaknya dijatuhi hukuman berat, setidaknya sebagai pembelajaran. Selanjutnya Dishub yang paling bertanggun jawab atas keteledoran ini, karena memberikan ijin Kir atas Bus atau kendaraan umum yang tidak layak jalan.

Menteri Perhubungan seharusnya segera bertindak tegas atas penyelewengan Kir agar dapat secepat mungkin dibenahi praktek korupsi dan suap dengan meloloskan Kir atas kendaraan yang tak layak.

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

3 Komentar

  1. Selamat malam,, Perkenankanlah saya untuk mengomentari artikel ini..

    Tidak dipungkiri bahwa pihak armada bus lah yang bertanggung jawab apabila terjadi kecelakaan dikarenakan masih banyak bus-bus yang tidak layak operasi masih bisa menarik penumpang seperti yang ada di kota jakarta, yang akibatnya bus-bus tersebut rawan terjadi kecelakaan, namun perlu diingat bahwa supir bus juga punya peranan penting dalam mengemudikan bus tersebut. sebagus apapun kondisi busnya, apabila supir busnya ugal-ugalan dapat menyebabkan terjadinya kecelakaan dikarenakan supir bus tersebut mengejar setoran atau mengejar waktu untuk sampai ke tujuan. maka dari itu 2 subjek hukum ini lah (supir bus dan armada bus) yang harusnya bertanggung jawab apabila terjadi kecelakaan. supir bus bertanggung jawab mengenderai busnya dengan aman dan hati-hati serta melaporkan ke pihak armada apabila terjadi sesuatu pada busnya seperti remnya yang sudah tidak pakem atau hal-hal vital lain yg ada di bus yang dapat mengganggu perjalanan. pihak armada pun seharusnya melakukan service berkala terutama pada saat menjelang libur panjang. sehingga bus tetap optimal..

    apabila 2 subjek tersebut dapat melakukan perannya masing-masing maka masyarakat pun tidak akan khawatir bila menggunakan bus.

    sekian dari saya. bila ada kata yang salah mohon dimaafkan..

    Dari :
    Afwan Rosmi Fikriyuddin
    Mahasiswa pasca sarjana ilmu hukum semester 3
    UPN Veteran Jakarta

    1. Halo selamat malam juga sdr. Afwan…
      Pengamatan sy kesalahan itu bukan pada SOPIR semata juga PERUSAHAAN MOBIL, petugas POLANTAS, DLAJR ini harus diperjelas REGULASINYA dan tegas karena banyak kendaraan lalu lalang di jln raya tdk sehat alias KIR tembakan sehingga sering terjadi seperti: pecah ban.rem blong ini sering terjadi karena beban muatan melebihi kapasitas kursi yg ada alias beban over saat di rem mendadak rem jadi blong akibat tekanan beban berat, Stir dol, Lampu mati/sen tdk ada mesin tdk sehat termasuk sopir tembak kurang tidur, mabuk habis minum alkohol.

      Seharusnya ada SOP yg berlaku khusus untuk wilayah puncak yaitu kendaraan bis umum tdk boleh masuk serta bus yg usia 10 thn keatas juga tdk boleh. Semua mobil dlm keadaan press yg boleh masuk.

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami