Hukum

Kecelakaan Novanto Perlu Didalami

BTN iklan

Jakarta, LEI – Peneliti dari Pusat Studi Hukum dan Kebijakan Indonesia (PSHK), Miko Ginting menilai perlu pengecekan lebih lanjut soal kecelakaan yang menimpa Ketua DPR RI Setya Novanto yang terjadi pada Kamis malam (16/11).

Miko di Jakarta, Jumat (17/11), berpendapat demikian karena mensinyalir kecelakaan mobil yang ditumpangi tersangka kasus korupsi e-KTP tersebut terasa janggal.

“Dengan kondisi terkini, yaitu kecelakaan yang dialami SN terakhir dengan berbagai kejanggalannya,” ujar Miko.

Perlu pengecekan soal kecelakaan yang menimpa Novanto. Selain memasukkan dalam status DPO, KPK seharusnya juga meminta Ikatan Dokter Indonesia (IDI) untuk mengawal proses pengecekan ini secara lebih lanjut.

Kecelakaan tersebut terjadi setelah KPK menerbitkan surat penangkapan dan hendak menjemput paksa Novanto dari rumahnya di Jalan Wijaya XIII, Jakarta Selatan, pada Rabu malam hingga Kamis dinihari.

Namun Novanto tidak berada di rumah sehingga penyidik pulang dengan tangan hampa. KPK pun mengultimatum agar ketua umum Partai Golkar itu segera menyerahkan diri. Jika tidak, maka akan dinyatakan buron dan masuk dalam daftar pencarian uang (DPO).

“Penjemputan paksa ini adalah upaya KPK karena hingga hari ini sudah tercatat tiga kali KPK berusaha menghadirkan Setya Novanto untuk diperiksa dalam kasus e-KTP,” ujarnya.

Besoknya, sempat beredar kabar bahwa Novanto akan menyerahkan diri. Namun tiba-tiba tersebar kabar bahwa mobil yang ditumpangi Novanto yang dikemudian Hilman seorang jurnalis salah satu stasiun televisi menabrak tiang listrik.

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami