Hukum

Kehilangan Kesaktian, Papa Pilih Membisu

BTN iklan

JAKARTA, (LEI) – Setelah sempat diskors tiga kali, sidang kasus korupsi pengadaan e-KTP dengan terdakwa Setya Novanto kembali digelar Rabu 13 Desember 2017 malam. Majelis melanjutkan persidangan karena berdasarkan rekomendasi Dokter IDI, terdakwa Setya Novanto dinyatakan sehat.

Namun, selama sidang dengan agenda pembacaan dakwaan, mantan Ketua DPR ini terus menunduk. Selama persidangan jaksa merangkai perbuatan terdakwa Setya Novanto dalam kasus e-KTP.

Dalam dakwaannya jaksa menyebut mantan Ketua DPR itu mendapat jatah lima persen dari nilai proyek e-KTP. Angka yang sama juga disebut sebagai jatah untuk anggota DPR.

Seperti ditayangkan Fokus Malam Indosiar, Kamis (14/12/2017), terdakwa diduga melakukan perbuatan melawan hukum memperkaya diri sendiri, orang lain dan korporasi. Jaksa Penuntut Umum KPK mendakwa Setya Novanto telah menyalahi kewenangannya hingga merugikan negara sebesar Rp 2,3 triliun.

Bila angka tersebut tidak dipenuhi, Setya Novanto enggan membantu pengusaha Andi Narogong mengurus anggaran e-KTP di DPR. Jaksa mendakwa Setya Novanto dengan dua pasal korupsi dan terancam 20 tahun penjara, atau bisa menjadi seumur hidup. Sidang akan kembali dilanjutkan Rabu depan dengan agenda pembacaan keberatan dari pihak terdakwa.

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami