HEADLINESHukum

Kejagung akan Pastikan Meninggalnya Perantara Suap Djoko Tjandra Tak Ganggu Penyidikan

BTN iklan

LEI,Jakarta,- Beberapa waktu ini Kejaksaan Agung menyatakan bakal mencari alat bukti lain setelah sosok yang diduga menjadi perantara antara Djoko Tjandra dengan Jaksa Pinangki Sirna Malasari meninggal.

Direktur Penyidikan pada Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Agung (Kejagung) Febrie Adriansyah menegaskan meninggalnya Herijadi, adik ipar Djoko Tjandra, tak akan menjadi kendala dalam pemeriksaan kasus dugaan suap yang melibatkan Djoko Tjandra dan Jaksa Pinangki.

Herijadi memang diduga menjadi perantara antara sang kakak ipar dengan Pinangki.
Penyidik disebut akan mencari alat bukti dan orang lain yang diduga ikut berperan dalam perkara ini.”Iya, cari bukti lain,” ujarnya seperti dilansir Tempo, Kamis (3/9/2020).

Informasi meninggalnya Herijadi dikonfirmasi oleh kuasa hukum Djoko Tjandra, Susilo Ari Wibowo. Herijadi disebut meninggal karena Covid-19.
“Ya, adik iparnya Pak Djoktjan [Djoko Tjandra] sudah meninggal. Infonya Februari 2020 lalu,” ungkapnya.

Dalam kasus dugaan gratifikasi kepengurusan fatwa bebas dari Mahkamah Agung (MA) ini, Herijadi diduga menjadi perantara penyerahan uang dari Djoko Tjandra ke Jaksa Pinangki.

Adapun Kejagung sudah menetapkan tiga orang sebagai tersangka, yakni Pinangki, Djoko Tjandra, dan Andi Irfan Jaya. Seperti diketahui, Djoko Tjandra buron selama 11 tahun terkait kasus pengalihan hak tagih (cessie) Bank Bali dan ditangkap di Malaysia pada Juli 2020.

Djoko Tjandra ditangkap dan dikawal ketat
Djoko Tjandra ditangkap dan dikawal ketat

Pinangki disebut-sebut menerima suap sebesar US$500.000 atau sekitar Rp7,4 miliar setelah berhasil membuat Djoko Tjandra menerima proposalnya yang berisi penawaran penyelesaian kasus. Sementara itu, Andi Irfan diduga menjadi perantara pemberian uang.

Sejauh ini jaksa penyidik Kejagung juga telah menggeledah empat lokasi terkait dugaan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) yang menjerat Pinangki.

Empat lokasi itu adalah 2 unit apartemen di Jakarta Selatan, 1 lokasi di kawasan Sentul, Jawa Barat dan 1 dealer mobil. Dari penggeledahan tersebut, Kejagung menyita sebuah mobil mewah BMW milik Pinangki.
Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Pidana Khusus Kejagung Febrie Adriansyah menyebut informasi mengenai kematian Hariadi tersebut diperoleh tim penyidik langsung dari tersangka Djoko Tjandra.

Namun, menurut Febrie, penyidik tidak akan langsung percaya jika belum memperoleh lokasi dan melihat langsung makam saksi kunci kasus tindak pidana menerima hadiah atau janji itu.
“Iya, itu kan baru dari pengakuan dari Djoko Tjandra, makanya lagi di cek, meninggalnya di mana, kaitan dengan keluarga Djoko Tjandra juga apa. Semua masih kami selidiki,” tuturnya, Jumat (4/9/2020).

Febrie optimistis pihaknya tetap dapat mengusut tuntas perkara tersebut, kendati saksi kunci yang mengetahui aliran dana tersangka Djoko Tjandra itu meninggal dunia.

Menurut Febrie, penyidik sudah menemukan beberapa bukti dan fakta mengenai aliran dana tersangka Djoko Tjandra yang masuk ke beberapa pihak.

“Kami masih punya beberapa bukti lain,” kata Febrie.

Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami