Hukum

Kejagung Dalami Kasus Pembelian Saham Rugikan Negara Rp 568 Milyar

BTN iklan

Jakarta, LEI – Jaksa Agung H Muhammad Prasetyo mengatakan, pihaknya terus mendalami kasus pembelian saham perusahaan tidak sehat dalam investasi yang dilakukan PT Pertamina (Persero) di Blok Basker Manta Gummy (BMG) Australia tahun 2009.

“Sedang dilakukan pendalaman, Pertamina ada indikasi beli saham di sana, saham perusahaan-perusahan yang bukan hanya tidak sehat,” kata Prasetyo di Kejaksaan Agung, Jakarta, Jumat (21/7/2017).

Menurutnya, pembelian saham perusahaan tidak sehat itu mengakibatkan kerugian keuangan negara yang sangat besar. “Itu menimbulkan kerugian negara yang cukup banyak,” ujarnya.

Untuk membongkar kasus ini, penyidik pidana khusus Kejaksaan Agung (Kejagung) terus mengumpulkan bukti-bukti, di antaranya dengan memeriksa saksi-saksi. Adapun jumlah kerugian keuangan negara akibat kasus ini mencapai Rp 568 milyar.

Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung, M Rum di Jakarta, Selasa kemarin mengatakan, kasus ini terjadi pada tahun 2009. Saat itu, PT Pertamina melalui anak perusahaannya, PT Pertamina Hulu Energi (PHE) mengakuisisi saham ROC Oil Ltd sebesar 10%.

Perjanjian jual-beli saham itu diteken pada tanggal 1 Mei 2009 dengan modal sebesar 66,2 juta dolar Australia atau setara Rp 568 milyar.

Nilai itu dengan asumsi mendapatkan 812 barel per hari. Namun ternyata, BMG Australia pada tahun 2009 hanya dapat menghasilkan minyak mentah untuk PHE Australia Pty.Ltd rata-rata sebesar 252 barel per hari.

Kemudian, pada 5 November 2010, Blok BMG Australia dinyatakan ditutup setelah ROC Oil Ltd, Beach Petrolium, Sojits, dan Cieco Energy memutuskan penghentian produksi minyak mentah (non production phase/ npp) dengan alasan lapangan tidak ekonomis.

“Tim penyidik melakukan pengungkapan kasus dugaan tindak pidana korupsi penyalahgunaan investasi pada PT Pertamina (Persero) di Blok Basker Manta Gummy (BMG) Australia Tahun 2009 telah memeriksa 28 saksi,” kata M Rum.

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami