Hukum

Kejagung mulai usut Pidana Khasus direksi Bank Tabungan Negara (Bank BTN)

BTN iklan

LEI, Jakarta- Tim Jaksa Penyidik pada Direktorat Penyidikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) mulai menyidik kasus dugaan tindak pidana korupsi terkait pemberian atau janji alias gratifikasi kepada direksi Bank Tabungan Negara (Bank BTN).
Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejaung, Hari Setiyono, di Jakarta, Senin (5/10), mengatakan, untuk pemeriksaan perdana kasus ini, penyidik memeriksa satu orang saksi.
“Saksi yang diperiksa hari ini adalah Fadjri Albanna selaku Direktur PT Titanium Property periode tahun 2012 sampai dengan 2018,” ujarnya.
Menurut Hari, pemeriksaan saksi dilakukan guna mencari fakta hukum terkait pemberian atau janji (gratifikasi) kepada direksi PT BTN, termasuk juga tentang bagaimana teknis dan caranya serta maksud dan tujuan pemberian uang tersebut.
Pemeriksaan saksi dilakukan guna mencari serta mengumpulkan bukti yang dengan bukti itu membuat terang tentang tindak pidana yang terjadi dan guna menemukan tersangkanya sesuai dengan ketentuan yang diatur dalam pasal 1 angka 2 KUHAP.
“Pemeriksaan saksi dilaksanakan dengan memperhatikan protokol kesehatan tentang pencegahan penularan Covid-19,” ujarnya. Terkait keterangan dan penyidikan tersebut, LEI masih berupaya mengonfirmasi pihak terkait.

Diduga PT Titanium Property, pengembang properti yang terafiliasi Proven Group asal Malaysia, membangun apartemen Titanium Square di daerah Pasar Rebo, Jakarta Timur, dengan investasi US$200 juta.Dirut Titanium Properti Fadjri Albana mengatakan seluruh investasi berasal dari pinjaman Export-Import Bank of Malaysia Berhad (EXIM Bank) dan PT Maybank Syariah Indonesia.Dia menjelaskan Titanium Square merupakan proyek mixed use development yang terdiri dari apartemen, pusat perbelanjaan dan kondominium hotel yang rencananya akan dikelola oleh Aston International.”Ditargetkan pembangunan Titanium Square menjadi kawasan terpadu dapat selesai dalam 15 bulan ke depan. Secara keseluruhan apartemen berjumlah 952 unit yang dibangun di atas mal. Total apartemen ini terbagi dalam 3 tower yang berbentuk huruf U dimana satu tower dikembangkan sebagai kondominium berjumlah 225 unit,” tutur Fadjri saat dihubungi Bisnis, kemarin.Dia menuturkan Titanium Square dibangun dengan total lahan seluas 1,3 hektare di daerah Pasar Rebo di mana secara geografis wilayah tersebut kental dengan bagian selatan Jakarta dan Bogor yang masih hijau dan udara yang sejuk.Terkait alasan pihaknya berkeyakinan masuk mengembangkan properti di Indonesia karena dia menilai pasar yang terbuka dan bisnis properti yang terus berkembang di Tanah Air. Titanium Square, katanya, merupakan proyek pertama bagi PT Titanium Properti.Apartemen tersebut, kata Fadjri, terbagi dalam 2 tipe yaitu seluas 29,7 m2 yang terdiri dari satu kamar tidur dan dua kamar tidur dengan luas 37,2 m2. Menurutnya kelebihan dua tipe tersebut yaitu adanya jendela pada setiap kamar tidur sehingga memiliki sirkulasi udara, cahaya dan pemandangan yang langsung berhadapan dengan kolam renang.

 

Kontributor: Dwitya Yonathan Nugraharditama

 

Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami