Hukum

Kejagung Tahan 4 Tersangka Korupsi Bandara MOA

BTN iklan

Jakarta, LEI – Penyidik pidana khusus Kejaksaan Agung (Kejagung) menahan empat tersangka kasus dugaan korupsi korupsi pembangunan konstruksi runway Bandara MOA Tiakur tahun anggaran 2012 senilai 19,5 milyar.

“Penyidik menahan empat tersangka kasus dugaan korupsi pembangunan konstruksi runway Bandara MOA Tiakur, Kamis malam,” kata Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung, M Rum, di Jakarta, Sabtu (4/3).

Keempat tersangka yang dijebloskan ke dalam sel tahanan tersebut adalah mantan Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika Kabupaten Maluku Barat Daya, John Tangkuman; Direktur PT Bina Prima Taruna, Sunarko; Konsultan Pengawas Pembangunan Bandara MOA, Nikolas Paulus; dan Mantan Plt Kadis Perhubungan Komunikasi dan Informatika Kabupaten Maluku Barat Daya, Paulus Miru.

Penyidik melakukan penahanan berdasarkan Surat Perintah Penahanan Direktur Penyidikan, masing-masing secara berurutan Nomor: Print-06/F.2/Fd.1/03/2017 tanggal 2 Maret 2017, Print-07/F.2/Fd.1/03/2017, Print-08/F.2/Fd.1/03/2017, dan Print-09/F.2/Fd.1/03/2017.

“Waktu penahanan selama 20 hari sejak 2 sampai dengan tanggal 21 Maret 2017 di Rumah Tahanan (Rutan) Negara Salemba Cabang Kejasaan Agung RI,” kata Rum.

Penyidik menahan keempat tersengka setelah mempertimbangkan alasan obyektif, yakni kelima tersangka terancam pidana penjara lebih dari 5 tahun dan alasan subyektif, yakni adanya keadaan yang menimbulkan kekhawatiran bahwa para tersangka akan melarikan diri.

“Merusak atau menghilangkan barang bukti dan atau mengulangi tindak pidana serta adanya kekhawatiran para tersangka akan memengaruhi saksi-saksi berkaitan dengan tindak pidana yang dipersangkakan,” ujar Rum.

Kejagung menetapkan keempatnya sebagai tersangka dengan surat perintah penyidikan Print-57/F.2/Fd.1/06/2016 tanggal 6 Juni 2016 untuk tersangka John Tangkuman selaku Pelaku Anggaran/Pejabat Pembuat Komitmen (PA/PPK), Print-58/F.2/Fd.1/06/2016 untuk tersangka Sunarko, Print-59/F.2/Fd.1/06/2016 untuk tersangka Nikolas Paulus, dan Print-60/F.2/Fd.1/06/2016 untuk tersangka Paulus Miru.

Kasus korupsi ini terjadi karena John Tangkuman selaku PA/PPK mengarahkan panitia lelang untuk menunjuk PT Binda Prima Taruna yang dipimpin Sunarko sebagai pemenang lelang pembangunan konstruksi runway Bandara MOA Tiakur. Padahal, perusahaan ini tidak memiliki pengalaman, sehingga pekerjaannya tidak tepat waktu, namun sudah memproses pembayaran uang muka termin satu dan dua.

Kemudian Nikolas Paulus selaku Konsultan Pengawas Pembangunan Bandara MOA tidak menjalankan tugasnya sesuai ketentuan yang berlaku dan Paulus Miru melanjutkan tugas John Tangkuman selaku PA/PPK, memproses pembayaran termin satu dan dua.

Berdasarkan sampling core drill oleh ahli Institut Teknologi Bandung (ITB) berdasarkan survei visual yang dilakukan, hasil pekerjaan dari sisi permukaan memang kondisnya kurang baik dan berisiko terhadap keselamatan penerbangan.

“Adapun kondisi yang dimaksud adalah tekstur yang beragam dan profil yang cenderung tidak rata (rought). Masih dalam proses perhitungan oleh Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP),” kata Rum.

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami