Hukum

Kejagung Tetapkan Mantan Dirut Pertamina Tersangka Korupsi Rp 568 Milyar

BTN iklan

Jakarta, LEI – Kejaksaan Agung (Kejagung) menetapkan mantan Direktur Utama (Dirut) PT Pertamina (Persero), Karen Galaila Agustiawan, dan dua pejabat perusahaan tersebut sebagai tersangka kasus korupsi Penyalahgunaan Investasi pada PT Pertamina (Persero) di Blok Basker Manta Gummy (BMG), Australia, tahun 2009.

“Menetapkan tersangka inisial KGA (Karen Galaila Agustiawan), pekerjaan mantan Direktur Utama PT Pertamina (persero),” kata M Rum, Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung di Jakarta, Rabu (4/4/2018).

Sedangkan dua tersangka lainnya masing-masing Chief Legal Councel and Compliance PT Pertamina (Persero), Genades Panjaitan (GP), serta Frederik Siahaan selaku mantan Direktur Keuangan PT Pertamina (Persero).

Kejagung menetapkan Karen Galaila Agustiawan, Genades Panjaitan, dan Frederik Siahaan sebagai tersangka berdasarkan surat perintah penyidikan (sprindik) Direktur Penyidikan pada Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) tertanggal 22 Maret 2018.

Untuk tersangka Karen, Sprindik Nomor: Tap-13/F.2/Fd.1/03/2018, Genades Sprindik Nomor: Tap-14/F.2/Fd.1/03/2018, dan Frederik Sprindik Nomor: Tap-15/F.2/Fd.1/03/2018. Penetapan status tersangka ini setelah penyidik menemukan bukti permulaan yang cukup dan melakukan pemanggilan serta pemeriksaan secara patut.

Kasus korupsi ini berawal pada tahun 2009 saat PT Pertamina mengakuisisi (Investasi Non Rutin) berupa pembelian sebagian asset (Interest Participating/IP) milik ROC Oil Company Ltd di lapangan Basker Manta Gummy (BMG), Australia.

“Akuisisi tersebut berdasarkan Agreement for Sale and Purchase-BMG Project tanggal 27 Mei 2009 senilai US$ 31,917,228.00,” kata Rum.

Tetapi dalam pelaksanaanya diduga terjadi penyimpangan, khususnya dalam pengusulan investasi yang tidak sesuai dengan pedoman investasi dalam pengambilan keputusan investasi karena tanpa feasibility study (kajian kelayakan) berupa kajian secara lengkap (akhir) atau Final Due Dilligence.

Selain itu, lanjut M Rum, tanpa adanya persetujuan dari Dewan Komisaris yang mengakibatkan peruntukan dan penggunaan dana sejumlah US$ 31,492,851 serta biaya-biaya yang timbul lainnya (cash call) sejumlah AU$ 26,808,244 tidak memberikan manfaat ataupun keuntungan bagi Pertamina dalam rangka penambahan cadangan dan produksi minyak nasional.

“Mengakibatkan adanya kerugian keuangan negara cq. PT Pertamina (Persero) sebesar USD 31,492,851 dan AU$ 26.808.244 atau setara dengan Rp. 568.066.000.000 sebagaimana perhitungan akuntan publik,” kata Rum.

Kejagung menyangka Karen, Genades, dan Frederik melanggar Pasal 2 Ayat (1), Pasal 3 Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP.

Sebelumnya, Kejagung juga telah menetapak seorang tersangka inisial BK selaku mantan Manager Merger & Acquisition (M&A) Direktorat Hulu PT Pertamina (Persero) berdasarkan Sprindik Direktur Penyidikan pada Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Nomor: TAP-06/F.2/Fd.1/01/2018, tanggal 23 Januari 2018.

“Tim penyidik melakukan pengungkapan kasus dugaan tindak pidana korupsi penyalahgunaan investasi pada PT Pertamina (Persero) di Blok BMG Australia ahun 2009, telah memeriksa saksi sebanyak 67 orang,” kata Rum.

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

2 Komentar

  1. Hey I know this is off topic but I was wondering if you
    knew of any widgets I could add to my blog that automatically tweet
    my newest twitter updates. I’ve been looking for a plug-in like
    this for quite some time and was hoping maybe
    you would have some experience with something like this.
    Please let me know if you run into anything. I truly enjoy reading
    your blog and I look forward to your new updates.

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami