LiputanNasional

Kejaksaan Terima 2.180 Permohonan

BTN iklan

Jakarta/Lei – Kejaksaan Agung menargetkan permohonan perlindungan dan pendampingan hukum pengelolaan aset negara terus tumbuh di 2017, setelah pada tahun sebelumnya menerima 2.180 permohonan.

Jaksa Agung Muda Perdata dan Tata Usaha Negara (Jamdatun) Bambang Setyo Wahyudi mengatakan permohonan itu meliputi surat kuasa khusus, permohonan pendampingan serta permintaan pendapat hukum.

“Pemohon pendapat hu kum ini berasal dari Kementerian, Badan Usaha Milik Negara, Badan Usaha Milik Dae rah ter masuk anak usahanya,” katanya di sela-sela penandatanganan nota kesepahaman antara Kejaksaan Agung dengan Bank Mandiri, Kamis (30/3).

Jamdatun atau biasa juga disebut Jaksa Pengacara Negara itu menyebutkan dari jumlah permohonan pada tahun lalu, nilai aset yang diajukan untuk dilindungi mencapai Rp232,3 triliun dan US$264,3 juta.

Bambang tidak menyebutkan besaran target perlindungan di 2017, namun dia memastikan pihaknya akan mengupayakan kinerja lebih baik hingga akhir tahun nanti.

“Ini merupakan tugas kami sebagai Jaksa Pengacara Negara untuk pencegahan, pemulihan dan penyelamatan aset negara,” katanya.

Sementara untuk strategi 2017, Bambang mengatakan pihaknya akan menggunakan pendekatan hukum berupa gugatan melalui jalur pengadilan ataupun penyelesaian melalui jalur di luar pengadilan.

“Prosesnya tergantung surat kuasa yang kami dapat, bisa litigasi dan non litigasi,” katanya.

Hingga akhir 2016 pemulihan aset negara oleh jamdatun terjadi kenaikan. Pada 2014 uang negara yang diklaim diselamatkan sebesar Rp293,9 miliar dan US$52.600 dan pada 2015 menjadi Rp344,7 miliar.

“Tahun lalu keuangan negara yang dipulihkan Rp883,8 miliar dan US$220.700,” katanya.

Jaksa Agung RI H.M. Prasetyo mengatakan pihaknya menekankan tengah mengubah wajah pendekatan hukum dengan mengupayakan pencegahan. Dengan pola ini aset negara dapat terlindungi dan penyelenggara negara tidak harus diseret ke meja pengadilan karena merugikan negara.

SEKTOR KEUANGAN

Salah satu sektor yang menjadi perhatian kejaksaan, kata dia, adalah sektor keuangan terutama perbankan.

Prasetyo mengatakan dia meminta Jaksa Muda bidang tindak pidana umum dan tindak pidana khusus memberikan atensi khusus untuk perkara terkait perbankan.

Sementara untuk pemulihan aset negara pihaknya tengah me ningkatkan kerjasama dengan lembaga negara berupa pertukaran informasi, data, dokumen, keterangan, pemberian akses dan sarana serta bahan-bahan lain yang berkaitan dengan keberadaan aset negara yang harus dipulihkan dan disela matkan.

“Saya berkeyakinan bahwa segala sesuatu, tugas, tanggung jawab dan pekerjaan yang direncanakan, diorganisasikan, dilaksanakan dan dikawal dengan baik secara sungguh-sungguh, niscaya akan membuahkan hasil yang baik,” katanya

Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami