EkonomiKesehatanOpini

Kejanggalan Kejanggalan saat Proyek Pandemi

BTN iklan

Legal Era Indonesia, Jakarta- Saat ini Indonesia sedang dilanda pandemi gelombang ke 2 Indonesia Corruption Watch (ICW) menemukan berbagai kejanggalan dalam pengadaan barang dan jasa berkaitan dengan penanganan Coronavirus Disease 2019 (Covid-19). Berbagai kejanggalan berpotensi mengarahkan keperbuatan korupsi. Tahun ini pemerintah berencana mengadakan 430 paket pengadaan terkait dengan covid-19 dengan alokasi anggaran mencapai Rp. 839,85 miliar. Berikut ini berbagai temuan lembaga ICW antara lain Data Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (Sirup) Kemenkes tidak Lengkap. dan alasannya sebagian besar dari nama paket pengadaan teralu umum dan tidak spesifikasi dari bentuk barangnya apa. seharusnya dengan data yang lebih spesifikasi bisa lebih transparan terhadap pemerintahan. alasan ke 2 adalah belum adanya alamat LKPD ataupun lokasi pekerjaan yang jelas. yang ke 3 adalah Volume pekerjaan tidak diinformasikan secara mendetail sehingga terstruktur dengan jelas dan langsung pelaksanaan ataupun eksekusi

Pemenang tender terduga dari tak berpengalaman mengenai proyek pemerintah. hal ini bisa diduga dari pemenang pengadaan regensia Covid-19 dikementrian kesehatan diduga PT. Ziya Sunanda yang lebih banyak mengikuti tender pembangunan jaringan dan kontraktor. Tak lepas dari itu CV Johan Agung, yang menjadi rekan pengadaan masker dalam rangka penanganan pandemi di Politeknik Kesehatan, Kupang lebih banyak mengikuti lelang pengadaan perlengkapan gedung dan buku koleksi perpustakaan.

tak hanya itu Banyak lagi kejanggalannya dan hasil penelusuran ada Data pengadaan di Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE)tak lengkap dengan bukti hanya ada 18 paket dari rencana 74 paket pengadaan hingga Juli lalu diinformasikan dalam laman LPSE Kementrian Kesehatan.
dan sesuai dengan Peraturan Presiden no.16 tahun 2018 tentang pengadaan barang dan jasa secara langsung hanya dibolehkan kegiatan senilai maksimal Rp. 200 juta.

 

kontributor : Dwitya Yonathan Nugraharditama

Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami