Hukum

Kejari Mataram Setor 747 Juta Ke Kas Negara

BTN iklan

Mataram, LEI – Kejaksaan Negeri Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat menyetorkan uang senilai Rp747.799.282 juta ke kas negara.

Kepala Seksi Pidana Khusus Kejari Mataram Andritama Anasiska, di Mataram, Jumat, menjelaskan uang tersebut merupakan jumlah keseluruhan yang diserahkan oleh para terpidana kasus korupsi sepanjang tahun 2017.

“Uang itu total keseluruhan yang diserahkan para terpidana korupsi sepanjang tahun 2017, baik yang berasal dari uang pengganti maupun denda,” kata Andritama.

Sudah tentu uang yang diserahkan tersebut, ujarnya, menjadi sumber pendapatan negara yang masuk dalam Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP).

Salah satu sumber uang tersebut berasal dari uang pengganti yang diserahkan terpidana kasus korupsi proyek pengadaan perangkat lunak dan keras serta jaringan sistem informasi pengelolaan keuangan pada Dinas Pendapatan dan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD) Kabupaten Lombok Barat Bangkit Sanjaya.

Dalam perinciannya, terpidana Bangkit Sanjaya menyerahkan uang pengganti senilai Rp145.799.282 pada periode awal tahun 2017. Uang tersebut sesuai dengan jumlah kerugian negara yang dibebankan penuntut umum kepada terpidana.

Kemudian, sumber lainnya berasal dari uang denda yang dibayarkan oleh sepuluh terpidana korupsi yang mendapat vonis hukuman sepanjang tahun 2017. Rata-rata besar uang denda yang diserahkan mencapai Rp50 juta.

Uang itu, di antaranya dari I Nyoman Yasanegara, terpidana kasus korupsi proyek Sistem Penyedia Air Minum (SPAM) Kabupaten Lombok Utara. Begitu juga dari terpidana dua kasus korupsi dalam proyek pengadaan perangkat lunak dan keras serta jaringan sistem informasi pengelolaan keuangan pada DPPKAD Kabupaten Lombok Barat.

Namun tercatat penerimaan uang denda terbesar berasal dari Hasnul Hasan, terpidana kasus pemerasan terhadap Kepala Dinas Perhubungan Lombok Barat. Uang denda yang disetorkan pada periode awal tahun 2017 itu sebesar Rp200 juta.

Saat disinggung terkait uang senilai Rp125 juta yang belum lama ini diserahkan Budi Subagio, terdakwa korupsi pengadaan mesin pengering hasil pertanian, Andritama mengatakan hal tersebut belum dapat disetorkan ke negara, sebelum persidangannya tuntas.

“Kasusnya kan masih disidangkan, tentu uang yang diserahkan itu masih dititipkan di pengadilan. Pastinya nanti kalau sudah ‘inkrah’, akan disetorkan ke negara,” ujarnya pula.

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

7 Komentar

  1. Excellent goods from you, man. I’ve understand your stuff previous to and you are just extremely magnificent.

    I really like what you have acquired here,
    certainly like what you are saying and the way in which you say it.
    You make it enjoyable and you still take care of
    to keep it wise. I cant wait to read far more from you.
    This is actually a great site.

  2. Thank you a lot for sharing this with all folks you actually realize
    what you’re speaking about! Bookmarked. Kindly additionally discuss with my web site =).
    We can have a hyperlink alternate arrangement between us

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami