Hukum

Kejari Tetapkan Dua Kades Tersangka Dana Desa

BTN iklan

KUPANG, LEI – Kejaksaan Negeri Kefamenanu, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur (NTT), menetapkan dua kepala desa berinisial MPA dari Noenasi, Kecamatan Miomafo Tengah dan YS dari Lanaus, Kecamatan Insana Tengah sebagai tersangka penyelewengan dana desa.

” Mereka sudah kami tetapkan sebagai tersangka sejak Pertengahan Maret karena dari hasil pemeriksaan sementara keduanya menyelewengkan dana desa,” kata Kepala Seksi Pidana Khusus Kejaksaan Negeri Kefamenanu, Kuadrat Mantolas saat dikonfirmasi Antara dari Kupang, Kamis.

Ia menjelaskan walaupun sudah ditetapkan sebagai tersangka, namun keduanya belum ditahan oleh penyidik karena belum dianggap perlu untuk penahanan.

Pemeriksaann sudah dilakukan pada Rabu (4/4) dan pada Kamis ini (5/4) kembali akan dilakukan pemeriksaan lanjutan.

“Hari ini akan kembali dilakukan pemeriksaan. Namun keduanya belum ditahan oleh penyidik,”tegasnya.

Mengenai jumlah dana yang disalahgunakan Kuadrat mengatakan kurang lebih mencapai Rp700 juta dana desa yang disalah gunakan.

Ia menyebutkan untuk Desa Noenasi, nilai kerugian berdasarkan hasil hitungan oleh Inspektorat dan Poli Teknik Negeri Kupang sebesar Rp400 juta yang berasal dari dana pekerjaan pembangunan satu ruas jalan baru, sepanjang 1.300 meter, yang dikerjakan secara swakelola.

Sedangkan untuk kepala Desa Lanaus, kata Kundrat, terlibat indikasi korupsi penyelewengan dana desa, khususnya pada proyek fisik pembangunan embung yang anggarannya kurang lebih mencapai Rp300 juta.

Pihak kejaksaan setempat tidak hanya menetapkan dua kepala desa tersebut sebagai tersangka, namun juga menetapkan beberapa tersangka lain seperti pemasok material untuk Desa Lanaus berinisial EL dan PK serta seorang mantan sekretaris desa Noenasi berinisial SO.

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami