Kejati Periksa Mantan Kepala Bapenas Sumut – Legal Era Indonesia
Hukum-Bisnis

Kejati Periksa Mantan Kepala Bapenas Sumut

pilkada
Bagikan ke:
    Medan, 15/11 Lei, Ant  – Penyidik Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara memeriksa AU, mantan Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat (Bapemas) Pemprov Sumut sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi APBN tahun 2015 senilai Rp40,8 milar.

Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejati Sumut, Sumanggar Siagian di Medan, Rabu mengatakan, mantan orang pertama di Bapemas itu dimintai keterangan atas kasus tersangka ES, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) di Bapemas Sumut.

Saksi AU diperiksa di salah satu ruangan penyidik Pidana Khusus (Pidsus) Kejati Sumut, Kamis (9/11).

Ketika ditanyakan mengenai status AU, sebagai Kuasa Pengguna Anggaran (PPA) di Bapemas Sumut, Sumanggar menggatakan, hal tersebut masih menunggu hasil penyelidikan dan pengembangan yang dilakukan Kejati Sumut.

“Itu merupakan kewenangan dari penyidik yang melakukan pemeriksaan,” kata juru bicara Kejati Sumut.

Kejati Sumut hingga kini telah menetapkan empat tersangka, dalam dugaan korupsi di Bapemas Provinsi Sumut senilai Rp40,8 miliar dari dana APBN tahun anggaran 2015.

Keempat tersangka itu, yakni berinisial ES, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) di Bapemas Provinsi Sumut.

Kemudian, tersangka TFK, Direktur Mitra Multi Cummunication, BS, Direktur PT Proxima Convex, dan RJP, Direktur PT Ekspo Kreatif Indo.

Tersangka ES, merupakan Pengawai Negeri Sipil (PNS) di Bapemas Provinsi Sumut.

ES, belum dilakukan penahanan oleh Kejati Sumut, dan hanya baru ditetapkan sebagai tersangka, dalam kasus korupsi Bapemas Sumut.

Sedangkan, tersangka berinisial TFK kini sedang dicari oleh penyidik Kejati Sumut karena tidak pernah memenuhi panggilan.

Tersangka BS dan RJP telah dilakukan penahanan oleh Kejati Sumut, dan dititipkan di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Klas I-A Tanjung Gusta Medan.

Sebelumnya, Kejati Sumut juga menetapkan satu tersangka lain dalam kasus itu, yakni Direktur PT Shalita Citra Mandiri berinisial MN. Namun, MN meninggal dunia di salah satu rumah sakit di Jakarta, Sabtu (25/2), akibat penyakit jantung sehingga status hukumnya otomatis gugur dan penyidikan terhadapnya dihentikan.


 

 

iklan btn

Click to comment

Komentar Anda...

To Top