FB.getLoginStatus(function(response) { statusChangeCallback(response); }); { status: 'connected', authResponse: { accessToken: '...', expiresIn:'...', signedRequest:'...', userID:'...' } }
BTN ads
Internasional

Kekerasan Antaragama Berlanjut, Sri Lanka Tingkatkan Keamanan Salat Jumat

KOLOMBO(LEI) – Tentara dan polisi di Sri Lanka meningkatkan pengamanan di sekitar masjid-masjid menyusul kekerasan anti-Muslim yang dikhawatirkan menyebar ke seluruh negeri.

Sebagian besar usaha milik umat Islam masih tetap tutup di sekitar Kandy, wilayah yang dilanda kerusuhan antara umat Buddha dan Islam. Pemerintah pusat di Kolombo sudah menetapkan keadaan darurat untuk mencegah penyebaran kekerasan.

Sekolah-sekolah di Kandy juga tetap ditutup dan menurut aparat keamanan baru akan dibuka kembali pekan depan. Kandy merupakan salah satu tujuan wisata internasional dengan ‘Taman Teh’-nya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan-laporan tentang gangguan atas sembahyang Jumat di Sri Lanka.

Kerusuhan sejak awal pekan sudah menewaskan tiga orang sementara ratusan rumah dan usaha milik umat Islam serta kenderaan bermotor dibakar maupun dirusak.

Kerusuhan berawal dari tewasnya seorang pria Buddha oleh sekelompok umat Islam, pekan lalu, yang kemudian memicu aksi pembalasan oleh warga Sinhala yang beragama Buddha.

Ketegangan semakin meningkat ketika jenazah seorang pria Muslim ditemukan di sebuah bangunan yang terbakar di Kandy, Selasa, 6 Maret yang memicu Presiden Maithripala Sirisena untuk memberlakukan keadaan darurat.

Kepala Staf Angkatan Darat, Letnan Jenderal Mahesh Senanayake, yang berkunjung ke Kandy hari Kamis mengungkapkan kekhawatirannya akan kemungkingan serangan ke masjid-masjid.

Dalam kunjungan itu, dia menjanjikan peningkatan tambahan aparat keamanan ke wilayah itu.

“Ada kekhawatiran di kalangan umat Muslim bahwa mereka bisa menjadi sasaran pada hari Jumat. Kami akan menjamin keamanan dan keselamatan mereka,” jelas seorang perwira militer, seperti dikutip kantor berita AFP.

Sementara polisi mengatakan tidak ada kekerasan berarti sepanjang Kamis malam di Kandy, sekitar 115 kilometer dari Ibu Kota Kolombo.

Sejauh ini 85 orang sudah ditangkap, termasuk tersangka utama yang dituduh memicu kerusuhan. Mereka bisa ditangkap dalam jangka waktu yang panjang di bawah penetapan keadaan darurat.

Mayoritas penduduk Sri Lanka yang berjumlah 12 juta beragama Buddha dengan sekitar 10% di antaranya merupakan penganut Islam. (okezone)

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

Komentar Anda...

Related Articles

Close
Close