Internasional

Kekerasan Antaragama Mereda, Sri Lanka Cabut Status Darurat Nasional

BTN iklan

KOLOMBO (LEI) – Presiden Sri Lanka, Maithripala Sirisena mengatakan bahwa status darurat nasional yang diberlakukan di negaranya telah dicabut. Status darurat nasional tersebut diberlakukan pada awal bulan lalu menyusul terjadinya bentrokan antaragama antara umat Budha dan Islam di Sri Lanka.

“Setelah menilai situasi keselamatan publik, saya menginstruksikan untuk mencabut keadaan darurat dari tengah malam kemarin,” kata Maithripala sebagaimana dilansir Reuters, Minggu (18/3/2018).

Maithripala mengumumkan keadaan darurat nasional untuk mengendalikan kekerasan komunal yang terjadi setelah bentrokan antara umat Budha dan umat Islam di Distrik Kandy. Konflik antaragama tersebut telah menewaskan dua orang dan kerusakan pada ratusan properti umat Muslim serta lebih dari 20 masjid.

Ketegangan antara kedua komunitas di Sri Lanka itu telah meningkat selama setahun terakhir. Beberapa kelompok Buddha garis keras menuduh umat Muslim memaksakan orang-orang untuk memeluk Islam dan merusak situs-situs bersejarah umat Budha.

Beberapa penganut nasionalis Buddha juga memprotes kehadiran para pencari suaka Rohingya di Sri Lanka. Para pengungsi Rohingya yang sebagian besar Muslim tersebut melarikan diri dari Myanmar yang juga tengah mengalami peningkatan nasionalisme umat Budha. (okezone)

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami